Kebakaran Lahan di Gunungkidul Tewaskan 2 Lansia, Kasus Melonjak
Kebakaran lahan di Gunungkidul melonjak menjadi 28 kasus hingga Agustus 2026. Dua lansia meninggal dan 20,7 hektare lahan terbakar.
Ilustrasi beras di pasar tradisional. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman memastikan stok beras selama Bulan Ramadan hingga Lebaran 2024. Hal ini tak lepas adanya hasil panen di Januari dan Februari yang mencapai 6.920 ton.
“Sleman memasuki panen raya baru mulai Maret ini, tapi untuk dua bulan awal di 2024 sudah ada panen, meskipun luasannya relatif kecil,” kata Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono, Selasa (12/3/2024).
Dia menjelaskan, panen di dua bulan awal hanya ada di 15 kapanewon. Adapun Kapanewon Moyudan dan Minggir baru masuk panen mulai Maret ini.
BACA JUGA : Bukan Penentu Harga, Meski Stok Aman Beras di DIY Masih Mahal
Pada Januari ada panen seluas 662 hektare dengan produksi beras 2.464 ton dan Februari seluas 1.028 hektare yang menghasilkan beras 3.826 ton. “Kalau diakumulasikan dua bulan pertama 2024 ada panen seluas 1.690 hektare dengan produksi beras 6.920 ton,” katanya.
Menurut dia, dengan tambahan produksi ini, maka stok beras di Sleman dalam jangka waktu satu bulan ke depan dipastikan aman. Hal tersebut tak lepas dari estimasi kebutuhan yang mencapai 210 ton per harinya.
“Mencukupi sampai Lebaran atau 30 hari ke depan. Apalagi untuk Maret area pertanian yang panen bertambah sehingga stok beras juga akan bertambah,” katanya.
Suparmono menambahkan, upaya pemantauan stok beras di lapangan terus dilakukan. Salah satunya dengan mengecek ke lokasi penggilingan di beberapa titik di Sleman. “Stok aman, meski harganya masih relatif tinggi,” katanya.
Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Kurnia Astuti mengatakan, harga jual beras di Sleman masih tinggi karena di atas Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan Pemerintah Pusat. Saat sekarang harganya untuk beras medium Rp15.400 per kilogram dan jenis premium Rp16.357 per kilonya.
Menurut dia, sudah ada upaya operasi pasar, namun belum berpengaruh terhadap harga jual di pasaran. Oleh karenanya, Nia mengakui pada saat Puasa hingga jelang Lebaran akan mengagendakan operasi pasar di seluruh kapanewon di Sleman.
BACA JUGA : Stabilisasi Harga Beras, Disperindag DIY Genjot Pasar Murah Saat Ramadan
“Beras masih menjadi fokus operasi, meski ada komoditas lain seperti telur, gula dan minyak yang dijual. Di setiap kapanewonnya, kami siap mengalokasikan sekitar 12 ton untuk Masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan di Gunungkidul melonjak menjadi 28 kasus hingga Agustus 2026. Dua lansia meninggal dan 20,7 hektare lahan terbakar.
Jadwal perpanjangan SIM Jogja Agustus 2026 melalui SIM Keliling, Drive Thru MPP, dan Satpas lengkap dengan syarat, biaya, serta lokasinya.
Kemiskinan DIY turun menjadi 9,70% pada Maret 2026, tertinggi penurunannya di Jawa. Penduduk miskin berkurang menjadi 408.870 jiwa.
Ingin tahu apakah HP Anda sudah mendukung jaringan 5G? Simak cara cek spesifikasi, IMEI, pengaturan jaringan, hingga kompatibilitas frekuensi operator.
Angka konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul naik menjadi 32,89 kilogram per kapita per tahun pada 2026. Namun capaian tersebut masih di bawah rata-rata DIY dan n
Dinkop-UKM Sleman bersama BRIN mengkaji dampak pembangunan jalan tol terhadap pelaku UMKM. Kajian menyoroti peluang ekonomi hingga potensi perubahan sosial ekon