Kemensos Perluas Sekolah Gratis, 44.000 Anak Keluarga Miskin Terjangkau
Kemensos memperluas akses pendidikan gratis bagi lebih dari 44.000 anak keluarga miskin melalui 182 sekolah dan DTSEN.
LPG 3 Kg di pangkalan. - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Stok elpiji ukuran 3 kg di Kabupaten Bantul selama Ramadan menurut Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan masih mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 1445 Hijriah.
"Stok gas di bulan Ramadan melimpah, jadi Insya Allah tercukupi karena sudah dirancang sejak awal untuk kebutuhan di Bantul dan DIY, sehingga aman, untuk harga juga relatif stabil," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul Agus Sulistiyana di Bantul, Minggu (17/3/2024).
Dia mengatakan, secara detail pihaknya tidak mendapat informasi resmi berapa jumlah pasokan elpiji ke Bantul dari Pertamina, namun dari hasil pemantauan ke sejumlah agen penyalur maupun pangkalan elpiji di Bantul ketersediaan melimpah.
Dia juga mengatakan, apalagi, selama bulan Ramadan ini, tingkat pemakaian elpiji oleh konsumen rumah tangga kecenderungan tidak ada peningkatan, bahkan berkurang, sehingga stok tabung "melon" di pasaran justru selalu tersedia.
Dengan kondisi tersebut, kata dia, pemerintah untuk sementara ini tidak melakukan penambahan pasokan elpiji bersubsidi, sehingga distribusi ke agen penyalur maupun pangkalan elpiji tetap seperti biasa, mengikuti permintaan pasar.
"Untuk menghadapi puasa dan Lebaran tidak ada penambahan pasokan karena jumlah agen penyalur elpiji di Bantul sudah banyak, ada 30an kemudian ada ratusan pangkalan, jadi tidak perlu nambah pasokan, otomatis dengan banyaknya agen ketersediaan sudah terjamin," katanya.
Meski demikian, kata dia, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Agen Pertamina maupun pihak himpunan wiraswasta nasional minyak dan gas (Hiswana Migas) Yogyakarta, terkait dengan pasokan agar ketersediaan elpiji melimpah, tidak ada kelangkaan di pangkalan.
"Tetapi hingga saat ini masih aman, dan konsumsinya tidak begitu meningkat karena puasa justru berkurang, jadi otomatis melimpah, peredaran elpiji juga wajar, di toko toko pengecer juga tersedia, kalau saya melihat malah normal seperti tidak bulan puasa," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk harga elpiji bersubsidi tiga kilogram di agen penyalur maupun pangkalan juga sudah sesuai harga eceran tertinggi (HET), meski diakui di beberapa pangkalan yang menjual di atas harga HET, karena posisinya atau wilayah yang jauh dari perkotaan.
"Jadi tergantung di mana posisinya kalau di agen penyalur atau pangkalan, tapi secara umum stabil, tidak ada gejolak. Kemudian kalau di warung pengecer itu yang utama diprioritaskan untuk masyarakat, UKM, petani, kelompok nelayan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemensos memperluas akses pendidikan gratis bagi lebih dari 44.000 anak keluarga miskin melalui 182 sekolah dan DTSEN.
Radinka Wiratama, 16 tahun, menjadi atlet termuda esports Indonesia di Asian Games 2026 setelah meniti karier profesional sejak usia 15 tahun.
BGN DIY menegur pegawai SPPG Muntuk, Dlingo, Bantul, terkait video viral yang diduga mengolok-olok korban keracunan MBG di Karo.
Tiffany Young menutup konser Jakarta dengan Into the New World, lagu debut Girls' Generation yang dirilis pada 2007.
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.
Pemkot Jogja mengevaluasi penerapan KTR di 115 lokasi. Sejumlah tempat masih ditemukan belum memenuhi indikator Perda No.2/2017.