27 Orang Tewas dalam Dua Penembakan Massal di Afrika Selatan
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
Ilustrasi uang palsu (Freepik)
Harianjogja.com, BANTUL— Polres Bantul memastikan kondisi dari NRA, 25, tersangka pelaku pengedaran uang palsu yang sempat mencoba bunuh diri saat ini dalam kondisi sehat.
Saat ini NRA telah kembali ke ruang tahanan wanita Polres Bantul di Polsek Bantul dan penyidikan terhadap kasus yang melibatkan tersangka tetap berlanjut.
“Penyidikan dan penanganan kasus tetap berlanjut. Pelaku juga sudah kembali ke ruang tahanan,” kata Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana, Senin (18/3/2024).
Meski telah kembali ke ruang tahanan, menurut Jeffry, pihaknya tetap menjadwalkan pemeriksaan kesehatan terhadap NRA. Sebab, status dari NRA masih rawat jalan. “Ya, kemarin kan sudah diperbolehkan pulang, dari RS Bhayangkara Polda DIY. Dia memang sempat kami bawa ke RS Panembahan Senopati Bantul untuk penanganan awal, sebelum akhirnya kami pindah ke RS Bhayangkara Polda DIY,” sambung Jeffry.
Baca Juga
Hati-Hati! Uang Palsu Kini Ditawarkan secara Daring
Pemilik Warung di Bantul Ini Berhasil Gagalkan Transaksi Menggunakan Uang Palsu
Dua Kakek Ini Ditangkap karena Edarkan Uang Palsu, Begini Kronologinya
Lebih lanjut Jeffry mengakui jika NRA, memang berkeinginan untuk dekat dengan sang suami, IMW, 30, yang juga pelaku pengedaran uang palsu. Hanya saja, ruang tahanan di Polres Bantul hanya untuk laki-laki. Sedangkan ruang tahanan perempuan Polres Bantul ada di Mapolsek Bantul.
“Untuk mengetahui motif (percobaan bunuh diri) lebih dalam dari NRA, nanti akan kami lakukan pemeriksaan mendalam,” papar Jeffry.
Menurut Jeffry, aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh NRA diketahui oleh petugas jaga saat melalukan pengecekan tahanan Polsek Bantul, Jumat (15/3/2024) sekitar pukul 17.00 WIB.
Saat itu NRA, yang ditempatkan bersama dengan dua tahanan wanita lainnya didapati oleh petugas sedang mengonsumsi 4 sachet sampo dan membenturkan kepala ke tembok.
“Petugas langsung mengevakuasinya dan membawanya ke RS Panembahan Senopati Bantul untuk mendapatkan pertolongan pertama. Setelah mendapat pertolongan, NRA dikirim ke RS Bhayangkara Polda DIY. Setelah dinyatakan membaik, dia sekarang berstatus rawat jalan,” ucap Jefrry.
NRA dan suaminya, IMW yang merupakan warga Mulyasari, Tasikmalaya, Jawa Barat, ditangkap oleh petugas Polres Bantul karena membeli korek gas di dua warung dengan uang palsu pecahan Rp10.000. Saat beraksi, keduanya mengendarai mobil. NRA menjadi sopir, sedangkan IMW, mengeksekusi di warung, Rabu (12/3/2024) malam.Adapun salah satu korbannya, Suyitno, 26, warga Sumenep, Jawa Timur yang merupakan salah satu pemilik warung di Tamantirto, Kasihan, Bantul.
“Kami juga mengamakan barang bukti berupa uang palsu pecahan Rp10.000 sebanyak 27 lembar. Korek gas dan kembalian uang asli dalam kantong plastik dengan jumlah tidak tahu dan mobil pelaku,” ucap Jeffry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.