Persib Pindah 3 Laga Kandang ke Si Jalak Harupat, Ini Jadwalnya
Persib memindahkan tiga laga kandang Oktober 2026 ke Si Jalak Harupat karena perawatan GBLA. Persib menargetkan kembali pada November.
Ilustrasi uang palsu (Freepik)
Harianjogja.com, BANTUL—Transaksi pembelian menggunakan uang palsu berhasil digagalkan oleh pemilik sebuah warung sekaligus korban di Bantu. Aparat Kepolisian Polres Bantul mengimbau warga untuk mengantisipasi peredaran uang palsu memasuki bulan suci Ramadan 1445 Hijriah.
Warga diminta selalu memeriksa dengan teliti saat melakukan transaksi mengunakan uang tunai.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana, menjelaskan memasuki bulan suci Ramadan, transaksi masyarakat akan meningkat. Momen itu sering dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan. "Sudah terjadi kasus dugaan peredaran uang palsu yang terjadi di wilayah Kasihan Bantul, pada Rabu (13/3/2024) kemarin, kita meminta masyarakat selalu memeriksa secara teliti saat melakukan transaksi menggunakan uang tunai," ujarnya, Kamis (14/3/2024).
Kejadian dugaan tindak pidana tersebut, kata Jeffry, terjadi di sebuah warung di Dusun Kasihan Tamantirto, Kasihan, Bantul. “Awalnya warga sudah curiga, ada orang yang membeli dengan menggunakan uang diduga palsu. Setelah selesai transaksi, oleh warga uang dari pembeli tadi dicek keasliannya, dan ternyata uang tersebut diduga palsu,” terang Jeffry.
Baca Juga
Hati-Hati! Uang Palsu Kini Ditawarkan secara Daring
Dua Kakek Ini Ditangkap karena Edarkan Uang Palsu, Begini Kronologinya
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan warga ke Polsek Kasihan. Polisi yang tiba di lokasi berhasil mengamankan dua terduga pelaku, masing-masing IMW,30, dan RA,25, keduanya warga Tasikmalaya, Jawa Barat.
“Selain itu, polisi juga menyita barang bukti berupa uang yang diduga palsu dengan pecahan Rp10.000 sebanyak 27 lembar, korek gas dan kembalian uang asli dalam kantong plastik, serta satu unit mobil Mazda/2 warna merah yang digunakan para pelaku,” ungkap Jeffry.
Berkaca dari kasus ini, lanjut Jeffry, keterlibatan serta kerja sama semua pihak dapat membantu mengurangi peredaran uang palsu. Dan menjaga keamanan transaksi ekonomi masyarakat selama bulan Ramadan.
"Kewaspadaan itu sangat penting. Apalagi mendekati Lebaran kaya gini, orang mau tukar-tukar uang, mecah uang, kan banyak, sasarannya biasanya warung-warung kelontong yang buka 1x24 jam," beber Jeffry.
Jeffry juga meminta masyarakat untuk tidak segan melapor ke pihak kepolisian jika menemukan uang palsu. Sebab peran aktif masyarakat akan sangat membantu.
"Masyarakat juga monggo, kalau memang menemukan ada uang palsu, silahkan laporkan ke Polres Bantul maupun polsek. Jadi kami pun melakukan penyelidikan, biar tidak terjadi orang yang tertipu uang palsu," imbuh Jeffry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persib memindahkan tiga laga kandang Oktober 2026 ke Si Jalak Harupat karena perawatan GBLA. Persib menargetkan kembali pada November.
Ferran Torres meninggalkan Timnas Spanyol karena cedera pergelangan kaki. Carlos Espi dipanggil untuk laga Nations League.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.
Klasemen medali Asian Games 2026 terbaru, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 5 emas, 8 perak, dan 22 perunggu.