Job Fair Gunungkidul Buka 5.000 Lowongan 32 Perusahaan, Cek di Sini
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Ilustrasi mudik - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan ada sekitar 4 juta pemudik akan masuk ke wilayah Sleman pada libur Lebaran 2024. Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis diminta memmpersiapkan agar pelaksanaan dapat berjalan dengan aman dan lancar.
“Untuk DIY diperkirakan ada 11,7 juta pemudik. Sekitar empat juta jiwa di antaranya akan masuk ke wilayah Sleman,” kata Danang kepada wartawan, Selasa (2/4/2024).
Menurut dia, prediksi ini mengacu pada penyelenggaraan libur natal dan tahun baru yang berlangsung di 2023 lalu. Kedatangan pemudik tidak hanya untuk merayakan Hari Raya Idulfitri di kampung halaman, namun juga menyangkut dengan hilir mudik kunjungan selama liburan. “Ada peningkatan yang signifikan sehingga butuh antisipasi agar semua berjalan dengan lancar,” katanya.
Danang mengungkapkan untuk moda transportasi pemudik akan didominasi kereta api sebanyak 20,3%. Selanjutnya ada bus 19,4%; kendaraan pribadi 18,3% dan sepeda motor sebanyak 16,7%. “Kami minta kepada dinas perhubungan dan pihak kepolisian untuk menyiapkan sehingga prosesnya dapat berjalan dengan lancar dan aman,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu hal yang perlu diantisipasi adalah adanya kemacetan di titik-titik ruas jalan tertentu. Guna mengatasinya dibutuhkan pengaturan jalan, termasuk sistem pengalihan arus pada saat terjadi penumpukan. “Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan lancar,” katanya.
BACA JUGA: Sampah di Pantai Gunungkidul Capai 2 Ton Per Hari, DLH: Bakal Melonjak Saat Libur Lebaran
Wakasatlantas Polresta Sleman, AKP Arfita Dewi mengatakan, Operasi Ketupat Progo baru dimulai 4 April 2024. Kendati demikian, upaya persiapan telah dilakukan mulai dari sekarang.
Menurut dia, operasi yang berlangsung selama 13 hari ini akan menerjunkan sebanyak 447 personel. Rencananya ratusan personel itu akan disebar ke tiga pos pengamanan dan satu pos pelayanan.
Pos pengamanan didirikan di Tempel, Prambanan dan Gamping. Adapun pos pelayanan rencananya didirikan di Ambarukmo Plaza. “Sudah dipetakan dan seluruh personel siap diterjunkan untuk pengamanan saat libur Lebaran,” kata Arfita.
Dia menjelaskan untuk potensi keramaian arus mudik 2024 diperkirakan akan mengalami pergeseran dibandingkan dengan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tak lepas dioperasikannya jalu tol Jogja-Solo sehingga pintu masuk akan terpusat di sektor timur di pos pengamanan Prambanan.
“Tahun sebelumnya yang paling ramai berada di pos pengamanan Tempel, tapi sekarang pintu utama masuk Sleman berada di Prambanan,” ungkapnya.
Selain menyiapkan ratusan personel untuk pengamanan libur Lebaran jajaran Satlantas Polresta Sleman juga siap mengatasi kepadatan arus kendaraan dengan rekayasa lalu lintas. Titik-titik ini meliputi Jalan Magelang di Kapanewon Tempel, simpang tiga Prambanan, seputaran Gamping dan seputaran pos pelayanan Amplaz.
“Sudah ada skemanya dan saat ada kemacetan atau kepadatan arus kendaraan, maka rekayasa agar jalur bisa lebih lancar akan diberlakukan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Rest day membantu memulihkan otot, mencegah cedera, dan menjaga kebugaran tubuh. Simak manfaat dan cara menjalankannya dengan tepat.
Kebakaran hutan terbesar di Spanyol menghanguskan 26.000 hektar lahan dan memaksa sekitar 1.200 warga mengungsi di Guadalajara.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.