HUT Ke-6 PDAB Tirtatama, Pelayanan Air Minum Regional Terus Diperkuat
enam tahun perjalanan perusahaan menjadi bukti bahwa sinergi lintas wilayah mampu menghadirkan pelayanan air minum yang andal bagi masyarakat Kartamantul
Panitia pameran visual branding tentang pasar tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat berkunjung ke Harian Jogja, Kamis (4/4/2024)./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
JOGJA—Mahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar pameran visual branding tentang pasar tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pameran ini rencananya digelar pada 26-28 April 2024 mendatang di Pendopo Ajiyasa, Jogja Nasional Museum (JNM), Jalan Ki Amri Yahya, Pakuncen, Wirobrajan, Jogja.
Ketua Pameran, Kalinda Almaxaviera mengatakan setiap tahun DKV ISI Yogyakarta rutin menggelar pameran visual branding. Tahun ini yang menjadi tema pameran adalah pasar Tradisional. Tema ini diambil bukan tanpa alasan. Sebab eksistensi pasar tradisional saat ini semakin meredup pamornya, bahkan sudah mulai banyak pasar yang kehilangan pengunjungnya atau pembeli. Salah satunya disebabkan oleh semakin banyaknya alternatif bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok.
Supermarket, minimarket, hingga toko sayur dan sembako sudah sangat mudah ditemukan di mana saja. Apalagi di era digital ini, berbelanja apa saja juga bisa dengan mudah dilakukan melalui gawai. Selain itu, masyarakat modern tidak lagi perlu memikirkan waktu untuk berbelanja. Tidak seperti pasar tradisional yang cenderung hanya buka di waktu tertentu dengan rentang yang singkat, beberapa
minimarket bahkan ada yang memiliki jam operasional selama 24 jam.
Aspek modern dari berbagai alternatif tadi juga menjadi salah satu alasan pasar tradisional semakin ditinggalkan. Padahal banyak sekali aspek historis dan nilai kearifan lokal dari pasar tradisional yang tidak mungkin dimiliki oleh berbagai alternatif modernnya. Dengan meredupnya eksistensi pasar, kemungkinan nilai-nilai tersebut akan hilang menjadi lebih besar
"Karena itu kami mengusulkan perlu adanya ruang untuk menginformasikan pasar tradisional. Oleh karenanya, pada pameran visual branding tahun ini, DKV ISI Yogyakarta mengangkat tema pasar tradisional bertajuk “Masar” yang berarti main ke pasar," katanya saat berkunjung ke kantor Harian Jogja, Kamis (4/4/2024).
BACA JUGA: Pameran Seni Reka Rekah Digelar di RJ Katamsi ISI Jogja
"Harapannya pameran ini dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap pasar tradisional, tidak lagi hanya sebagai tempat membeli kebutuhan pokok, tetapi juga sebagai tempat rekreasi. Apalagi untuk generasi muda, pasar sudah bukan lagi sebagai pilihan utama untuk berbelanja," sambung Kalinda yang didampingi oleh Gabriel Zefanya Lasut Pusung (sekretaris), Zabryna Gafryella (humas), Hasna Sekar Vanda (humas), dan Niken Mahayuningtyas (publikasi dan dokumentasi).
Untuk menarik target audien, kata Kalinda, pameran ini mengusung konsep hunting atau berburu. Dalam eksekusi konsep general hunting tadi, pameran ini mengangkat scavenger hunt sebagai konsep utamanya.
"Scavenger hunt merupakan sebuah permainan anak di mana pemainnya diminta untuk mencari barangbarang tertentu yang terdapat di tempat yang telah ditentukan," trangnya.
Dalam konteks pameran visual branding ini dilakukan dengan mengajak orang-orang mencari suatu hal yang khas di setiap booth pasar. Pada pameran, permainan tersebut dilakukan dengan mengajak para pengunjung untuk mengumpulkan stiker dari tiap checkpoint (booth) yang nantinya dapat ditukarkan menjadi reward berupa stiker atau
Zabryna Gafryella menambahkan hanya 9 pasar tradisional di DIY yang diangkat dalam pameran visual branding ini, yakni pasar Jejeran, Mangiran, Pundong, Kebonagung, Tempel, Kokap,Wates, Munggi, dan pasar Ngalang. Kesembilan pasar tersebut dipilih karena memiliki keunikan tersendiri yang menjadi ciri khas pasar tradisional.
pasar kokap punya komoditas gula Jawa, pasar Wates ada besengek menarik karena ada sif jualan, Gunungkidul pasar munggi ada puli tempe, pasar Ngalang Gunungkidul unik susunan pasar kayak candi, pasar tempel Sleman dibawah jembatan,
"Misalnya Pasar Kebonagung Sleman ada anyaman karpet, di Pasar Mangiran uniknya komoditas olahan kelapa getak dan manggar, di pasar Pundong keunikannya ada mides. Kemudian di Pasar Jejeran Bantul ada sate klatak, di pasar Munggi Gunungkidul ada puli tempe," paparnya.
Adapun yang ditampilkan dalam pameran ini adalah logo, maskot, storytelling, media sosial, peta dan denah, print media, infografis, video profil, mindmap, dan booth. Selain pameran juga ada permainan dan hiburan. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
enam tahun perjalanan perusahaan menjadi bukti bahwa sinergi lintas wilayah mampu menghadirkan pelayanan air minum yang andal bagi masyarakat Kartamantul
DPR AS melalui Jamie Raskin membuka penyelidikan terhadap FIFA dan hubungan Gianni Infantino dengan Presiden Donald Trump. FIFA diminta menyerahkan sejumlah dok
Job Fair Bantul 2026 akan digelar pada 6-7 Agustus di Stadion Sultan Agung. Sebanyak 15 perusahaan membuka sekitar 1.000 lowongan kerja dengan target 750 pencar
TECNO, brand teknologi inovatif berbasis AI, resmi meluncurkan TECNO MEGABOOK K14S. Laptop berukuran 14 inci ini memadukan performa tingg, desain premium
Pablo Nieto menyebut Maverick Vinales bisa dilupakan dalam sehari di MotoGP. Cedera dan konflik dengan KTM membuat masa depannya terancam.
Psikologi mengungkap keterbukaan terhadap pengalaman menjadi sifat yang paling erat kaitannya dengan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir lintas disipli