Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Petugas merapikan pupuk di pabrik PT Pupuk Kujang. - ANTARA/Ali Khumaini
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman masih menunggu realisasi penambahan kuota pupuk bersubsidi dari Pemerintah Pusat. Diharapkan penambahan ini bisa mencukupi kebutuhan pupuk bagi petani di Bumi Sembada.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Siti Rochayah mengatakan kuota alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Sleman sudah ditetapkan. Namun berdasarkan informasi dari Kementerian Pertanian akan ada penambahan kuota bagi para petani.
“Benar akan ada penambahan kuota pupuk subsidi. Ini tidak hanya terjadi di Sleman, tapi juga di seluruh daerah di Indonesia,” kata Siti, Senin (15/4/2024).
Meski demikian, untuk kepastian jumlah yang akan diberikan masih menunggu informasi resmi dari Pemerintah Pusat. Oleh karenanya, ia belum bisa membeberkan berapa jumlah tambahan yang diberikan ke petani di Sleman.
“Nunggu kuota dari provinsi. Mekanisme tambahan dari Pemerintah Pusa juga belum keluar. Tapi, kami berharap bisa segera direalisasikan agar kebutuhan bagi petani bisa tercukupi,” katanya.
Baca Juga
Penebusan Pupuk Bersubsidi dengan KTP di Bantul Terus Disosialisasikan
Petani Bisa Akses Pupuk Subsidi Gunakan KTP
Anggaran Pupuk Bersubsidi Sentuh Rp54 Triliun, Mentan: Awasi Distribusinya
Sebelum adanya rencana penambahan kuota pupuk di Sleman, Sub Koordinasi Bina Produksi Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Sumarno mengatakan sudah mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi di 2024. Tahun ini, kuota pupuk bersubsidi jenis Urea seberat 5.641 ton dan NPK atau Phonska sebanyak 3.516 ton. “Dibandingkan dengan tahun lalu, kuotanya turun jauh. Sebab, untuk Urea tahun lalu dapat 11.641 ton dan Phonska ada 7.070 ton,” kata Sumarno beberapa waktu lalu.
Ia tidak menampik ada wacana penambahan kuota di tahun ini. Namun dengan kuota yang ada saat ini, maka akan berpengaruh terhadap jatah pupuk untuk masing-masing petani.
Ia mencatat di Sleman ada sekitar 53.000 petani yang masuk Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). “Nanti menebusnya tetap melalui kartu tani dan setiap kartu yang dipegang petani sudah ada kuotanya sendiri-sendiri. Tapi, memang jumlahnya tidak sebanyak tahun lalu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Buruh masih mengawal 10 isu dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, mulai dari upah, PHK, outsourcing hingga JKP.
Jamsostek Award 2026 DIY memberikan penghargaan kepada pemda, kalurahan, serta perusahaan. Simak daftar lengkap para penerimanya.
Lembah Oya Kedungjati di Selopamioro, Bantul, membuka peluang kerja dan pendapatan bagi pemuda sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.