Jadwal Roma vs Real Madrid 15 Oktober, Mourinho Hadapi Mantan Klub
AS Roma menjamu Real Madrid pada 15 Oktober dini hari WIB. Simak jadwal, kondisi kedua tim, rekor pertemuan, dan reuni José Mourinho di Olimpico.
Pembuangan sampah di TPA Piyungan, Bantul. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL— Pemkab Bantul telah melakukan persiapan dalam merespons penutupan TPA Piyungan pada 1 Mei 2024. Pemkab memastikan residu sampah yang ada akan tertangani meski TPA Piyungan nantinya ditutup.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, per 1 Mei 2024, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara yang dibangun di Gadingsari siap untuk menampung residu sampah.
"Untuk residu sampah ini nanti kami buang ke TPS Sementara di Gadingsari. Selain itu kami terus mempercepat pembangunan TPST di Modalan, Bawuran dan Dingkikan," katanya, Senin (29/4/2024).
BACA JUGA : TPA Piyungan Ditutup Permanen Besok! Semua Depo Sampah Kota Jogja Hari Ini Dikosongkan
TPS Sementara di Gadingsari, Bambang mengungkapkan, saat ini telah sampai pada tahap pembuatan lubang untuk penimbunan sampah. Artinya sudah 50 persen pembangunan TPS Sementara di Gadingsari telah berjalan.
"Targetnya kan Mei sudah bisa digunakan. Untuk itu kami percepat juga untuk pembangunan TPS Sementara ini," papar Bambang.
Menurut Bambang, TPS Sementara di padukuhan Patihan tersebut akan mampu menampung 40 ton sampah. Saat ini pembuatan lubang untuk penimbunan sampah pun terus dilakukan.
Bambang menambahkan metode TPS Sementara di Gadingsari berbeda dengan TPS Sementara lainnya. Di mana, TPS di Gadingsari didesain dengan memanfaatkan beberapa lubang penimbunan.
"Jadi jugangannya itu kecil-kecil. Kalau TPS Sementara lain, seperti di Angkruksari dulu kan dibuatkan satu lubang terus didiamkan. Ini beda," katanya.
TPS Gadingsari terdiri dari beberapa lubang kecil dengan ukuran 10 meter x 13 meter per lubang. Alhasil dari segi pengerjaan, membutuhkan waktu yang cukup lama.
"Nanti kita siap satu lubang dulu. Setelah penuh maka kita gali lubang lainnya. Jadi simultan. Karena kan tanahnya berpasir, dan tidak bisa gali lurus, harus ada space juga untuk pepohonan juga. Untuk kedalaman per lubang nanti 4 meteran," ungkap Bambang.
Meski akan banyak lubang yang dimanfaatkan untuk TPS Sementara, Bambang memastikan keberadaan TPS tersebut itu nantinya tidak akan menimbulkan persoalan baru berupa pencemaran lingkungan.
Sebab, sampah yang akan dikirim ke lokasi tersebut akan dipilah lebih dahulu. Sampah yang dapat didaur ulang, akan didaur ulang. Adapun Pemkab Bantul akan mengirim sampah sekitar 50 ton per hari di lokasi tersebut.
DLH telah mendesain TPSS tersebut agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Nantinya sampah yang dibuang nantinya juga akan disemprot dengan ecolindi untuk mencegah bau dan lalat kemudian ditutup dengan geomembran untuk mencegah air hujan membasahi sampah.
Tak hanya itu, kemiringan dan bak penampungan lindinya juga diatur dan dilapisi s
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AS Roma menjamu Real Madrid pada 15 Oktober dini hari WIB. Simak jadwal, kondisi kedua tim, rekor pertemuan, dan reuni José Mourinho di Olimpico.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.
DP3 Sleman meminta petani menyesuaikan komoditas dan varietas tanaman dengan ketersediaan air untuk mengantisipasi kemarau panjang hingga Oktober 2026.
Britney Spears merilis lagu arsip She’ll Never Be Me yang ditulis bersama Justin Timberlake. Lagu ini masuk edisi 25 tahun album Britney.
Satgas MBG Temanggung membenahi pengelolaan IPAL di 20 dari 88 SPPG untuk mencegah pencemaran lingkungan akibat limbah dapur.