Pengawasan WNA di Bantul Diperketat Lewat APOA
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY menyiapkan enam strategi untuk penanggulangan demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya. Upaya ini dilakukan lantaran merebaknya kasus DBD di sejumlah kabupaten kota sampai menjelang pertengahan tahun ini.
Kepala Dinkes DIY, Pembajun Setyaningastutie menjelaskan langkah pertama pihaknya akan kembali menggencarkan program 3M plus. Mulai dari menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk.
Adapun langkah tambahan yang perlu pula digalakkan yakni menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk dan upaya lainnya.
"Selanjutnya ada program G1R1J [Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik] juga terus digalakkan. Ini akan menjadi gerakan rutin dan serentak di seluruh DIY," katanya, Minggu (5/5/2024).
Berdasarkan catatan Dinkes DIY, sampai dengan 3 Mei 2023 ada sebanyak 908 kasus DBD di wilayahnya. Gunungkidul menjadi wilayah dengan kasus tertinggi dengan angka 472 kasus dua kematian; diikuti oleh Sleman 153 kasus satu kematian; Bantul 140 kasus, Kota Jogja 76 kasus dan Kulonprogo 67 kasus.
BACA JUGA: Kasus DBD di Gunungkidul Melonjak, Dua Anak Meninggal Dunia
Menurut Pembajun, strategi ketiga yang tengah diupayakan sebagai penanggulangan DBD yakni penguatan surveilans untuk penemuan kasus, dilanjutkan dengan pencatatan dan pelaporan supaya tidak ada kasus yang tercecer.
Selain itu, petugas juga akan memaksimalkan upaya edukasi kepada masyarakat luas dan bagi sesama petugas kesehatan lainnya untuk penanganan kasus segera bila ada tanda dan gejala supaya tidak ada keterlambatan
"Penyiapan fasyankes dasar maupun rujukan harus pula dioptimalkan. Kemudian yang terakhir adalah penyiapan semua jejaring dan stakeholder untuk antisipasi situasi KLB DBD," ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.
Disdukcapil Bantul mencatat 985.142 penduduk pada 2025. Banguntapan menjadi wilayah terpadat dengan 118.712 jiwa.
Polda Metro Jaya menangkap 173 tersangka dari 127 kasus kejahatan jalanan di Jakarta selama 1–22 Mei 2026 melalui operasi terpadu.
UPNV Jogja menonaktifkan lima dosen terkait dugaan kekerasan seksual. Seluruh aktivitas Tridharma dihentikan selama proses investigasi.