PMI Gunungkidul Siapkan Donor Darah Mobile Jaga Ketersediaan Stok
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman memastikan tahun ini di lingkup pemkab ada rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 736 formasi. Meski demikian, untuk pelaksaaan pendaftaran maupun seleksi masih menunggu pentujuk teknis (Juknis) dari Pemerintah Pusat.
Kepala BKPP Sleman, Budi Pramono mengatakan, sudah ada informasi berkaitan dengan pelaksanaan rekrutmen ASN yang dimulai pada Juni mendatang. Hanya saja, ia mengakui hingga sekarang belum ada pengumuman atau juknis dari Pusat berkaitan dengan jawdal pelaksanaan dari rekrutmen.
“Memang ada ancar-ancar tahapan rekrutmen dilaksanakan Juni mendatang, tapi hingga sekarang belum ada jadwalnya dari Pemerintah Pusat. Posisi sekarang masih menunggu kepastian pelaksanaan,” kata Pramono saat dihubungi, Minggu (5/5/2024).
Menurut dia, kepastian hingga sekarang baru sebatas kuota formasi yang diberikan dalam perekrutan. Adapun pelaksanaan, ia berjanji pada saat sudah ada informasi terkait dengan juknis dan tahapan seleksi, maka akan mengumumkan secara terbuka.
“Tunggu saja karena tahapan seleksi akan kita umumkan,” ungkapnya.
Untuk kuota, ia mengaku di tahun ini mendapatkan jatah sebanyak 736 formasi. Rinciannya, sebanyak 147 formasi merupakan kuota perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Adapun sisanya sebanyak 589 formasi untuk rekrtumen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
“Kalau beberapa tahun terakhir, rekrutmen hanya untuk P3K. Tapi, untuk 2024 ada lagi formasi perekrutan CPNS,” katanya.
Pramono menambahkan, meski ada tambahan pegawai di setiap tahunnya, tapi secara keseluruhan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkup Pemkab Sleman masih jauh dari ideal. Pasalnya, setiap tahun ada pegawai yang pensiun di kisaran 500-600 orang.
“Jadi setiap tahun kami berusaha melakukan penambahan. Minimal disesuaikan dengan pegawai yang pensiun tambahannya,” katanya.
Analis Sumber Daya Manusia dan Aparatur, BKPP Sleman, Suryana mengatakan, rekrutmen beberapa tahun terakhir didominasi oleh tenaga P3K. Sebagai contoh, di 2023 ada penerimaan P3K 849 formasi. Jumlah ini terdiri dari guru sebanyak 488 orang, tenaga Kesehatan 255 orang dan tenaga teknis sebanyak 106 orang.
“Untuk rekrutmen P3K di 2023 sudah dilantik,” katanya.
Menurut dia, upaya penambahan pegawai akan terus dilakukan. Terlebih lagi, setiap tahunnya juga ada pegawai pemkab yang masuk masa pensiun. “Kami terus mengajukan tambahan tiap tahunnya, tapi untuk kuota penerimaan sangat bergantung dengan kebijakan dari Pemerintah Pusat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.