Panen Singkong Gunungkidul Capai 22 Ton per Hektare
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Jabatan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sleman, Eka Suryo Prihantoro sebagai Pejabat Sekda Sleman diperpanjang hingga dilantiknya Sekda definitive. Ia pertama kali ditunjuk sebagai PJ Sekda mulai 1 Februari 2024.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman, Budi Pramono mengatakan, sejak awal Februari 2024 jabatan Sekda Sleman kosong dikarenakan pejabat lama memasuki masa pensiun. Upaya pengisian melalui mekanisme seleksi terbuka juga sudah dilakukan, tapi hingga sekarang sekda terpilih belum juga dilantik.
Menurut dia, selama belum ada pelantikan, kekosongan diisi oleh Pejabat Sekda. Bupati Kustini Sri Purnomo melalui rekomendasi dari Gubernur DIY telah menunjuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Eka Suryo Prihantoro menjadi pejabat sementara.
Kendati demikian, jabatan yang diemban hanya berlangsung selama tiga bulan. Dikarenakan belum ada Sekda Definitif, di akhir April BKPP Sleman telah mengurus untuk penunjukan PJ Sekda ke provinsi.
“Jabatan Pak Eka selaku PJ Sekda Sleman telah resmi diperpanjang berdasarkan surat dari gubernur,” kata Pramono kepada wartawan, Kamis (2/5/2024).
Ia mengakui perpanjangan ini akan berlangsung hingga dilantiknya Sekda terpilih. Pramono optimistis penunjukan pejabat sementara tidak akan lama lagi karena sudah mengurus rekomendasi pelantikah ke Kementerian Dalam Negeri.
“Berhubung ada pilkada di Sleman dan enam bulan sebelum penetapan calon, bupati dilarang melantik pejabat. Pelantikan bisa dilakukan asal mendapatkan rekomendasi dari kemendagri dan sekarang sedang dalam pengurusan,” katanya.
BACA JUGA: Masa Jabatan Pj Sekda Habis, Ini Langkah Pemkab Sleman
Disinggung mengenai kandidat Sekda definitif, Pramono mengakui sudah ada nama Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Susmiarto. Pelantikan belum bisa dilakukan karena sebagai perwakilan di daerah, maka pemberhentian harus mendapatkan izin dari kemendagri.
“Jadi harus izin rekomendasi dua kali sehingga waktunya lama. Pertama untuk pemberhentian, suratnya sudah turun. Sekarang lagi diurus pelantikan sebagai Sekda karena bertepatan dengan tahapan pilkada,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Bupati Sleman antusias dengan seleksi calon Sekda Sleman yang baru. Seleksi dilakukan karena Sekda Harda Kiswaya pensiun mulai 1 Februari 2024.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, total ada 11 pendaftar yang ingin menjadi Sekda Sleman berikutnya. Adapun rinciannya, 10 pelamar berasal dari lingkup Pemkab Sleman dan satu pelamar berasal dari luar daerah, yakni Kepala Perwakilan BPK Maluku. “Untuk sementara, kekosongan jabatan Sekda akan diisi oleh PJ Sekda hingga pelantikan sekda definitive dilakukan,” kata Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panen singkong mulai berlangsung di Gunungkidul dengan produktivitas mencapai 22 ton per hektare. Hasil penjualan gaplek menjadi penopang ekonomi warga di tenga
Survei SMRC menunjukkan hanya 15,7% masyarakat menilai ekonomi Indonesia baik, sementara penilaian negatif terhadap ekonomi dan hukum meningkat.
Pembenahan tata kelola MBG diyakini menurunkan kebutuhan anggaran program seiring digitalisasi, validasi data, dan evaluasi manfaat ekonomi.
Presiden Prabowo menggelar ratas membahas program strategis perguruan tinggi. Pemerintah juga menegaskan URI tidak membawahi seluruh kampus.
Indomaret Peduli Berbagi bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan Lomba Menggambar dan Mewarnai pada Senin (27/7/2026)
Polisi menetapkan lima tersangka pengeroyokan terduga pencuri ayam di Tabanan, Bali. Penyidikan masih berlanjut dan berpotensi menetapkan tersangka baru.