Cuaca Jogja Panas Terik, Dinkes Ingatkan Masyarakat Antisipasi Heat Stroke

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Minggu, 12 Mei 2024 14:37 WIB
Cuaca Jogja Panas Terik, Dinkes Ingatkan Masyarakat Antisipasi Heat Stroke

Foto ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, UMBULHARJO—Beberapa hari terakhir cuaca panas terik terjadi di Kota Jogja. Kondisi ini biasanya terjadi saat pergantian musim atau musim pancaroba. Terkadang pagi hingga siang hari terasa terik, sementara sore atau malam hari hujan deras.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan dan mengantisipasi terjadinya heat stroke. Heat stroke merupakan kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan. Suhu badan meningkat dengan cepat hingga 41° C dalam 10 sampai 15 menit dan tubuh sudah tidak dapat mengeluarkan keringat.

BACA JUGA : Jemaah Haji Segera Berangkat, Ini Cara Mencegah Heatstroke Selama Ibadah di Tanah Suci Menurut Pakar

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah mengingatkan masyarakat untuk menjaga cairan tubuh. “Cukup minum 8 gelas dalam sehari semalam. Masyarakat perlu menjaga kesehatan mengantisipasi heat stroke,” ujar Lana, Minggu (12/5/2024).

Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk menyiapkan alat pelindung. Diantaranya seperti payung, topi, jaket, hingga mantel. Diharapkan penggunaan masker juga terus dilakukan. Utamanya bagi masyarakat yang memiliki keluhan penyakit seperti batuk ataupun pilek.

“Kembali lagi pakai masker itu sangat efektif untuk mengurangi risiko penularan dari penyakit yang mungkin bisa ditularkan di musim pancaroba ini karena daya tahan tubuh kita yang sedikit turun,” katanya.

Selain dari luar, pencegahan penyakit saat musim pancaroba seperti saat ini baiknya juga dilakukan dari dalam. Lana mengajak masyarakat untuk mengonsumsi makan-makanan yang bergizi dengan panduan Isi Piringku. Jika perlu, konsumsi multivitamin juga dianjurkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

“Vitamin C yang baik untuk daya tahan tubuh kita. Kemudian potensi atau ancaman penyakit yang lain-lain, yang jelas batuk, pilek, flu, nyeri tenggorokan. Itu banyak dialami saat musim-musim pancaroba,” katanya.

Di sisi lain, Lana turut mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit demam berdarah dengue. Sebab, data terbaru meyebut angka kasus DBD di Kota Jogja mencapai 100 kasus.

BACA JUGA : Cuaca Panas Mengintai Jemaah Haji, Petugas Kesehatan: Minum Air yang Banyak

“DBD harus kita perhatikan karena bisa jadi kita agak abai tetapi hujan tiba-tiba turun dan menimbulkan genangan. Terakhir laporan DBD di angka 100, tidak ada yang meninggal,” kata Lana. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online