Harga Sembako Mulai Naik, Bantul Siapkan Operasi Pasar
DKUKMPP Bantul menyiapkan operasi pasar setelah harga ayam dan cabai mulai naik. Pemkab memastikan stok pangan tetap aman meski Program MBG kembali berjalan.
Suasana kawasan Alun-alun Sewandanan Kadipaten Pakualaman yang ke depan akan dibersihkan dari aktivitas komersial, Selasa (14/5/2024). / Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Revitalisasi Alun-alun Sewandanan Puro Pakualaman masih akan berlanjut beberapa tahun ke depan. Setelah merelokasi pedagang yang ada di kawasan itu ke Pasar Sentul, kawasan itu ke depannya bakal disterilkan dari aktivitas komersial dan sepenuhnya difungsikan untuk aktivitas masyarakat.
Bendoro Pangeran Haryo (BPH) Kusumo Bimantoro menjelaskan, relokasi pedagang di kawasan itu sudah dilaksanakan sejak tahun lalu. Namun beberapa pedagang masih ada yang kembali lagi berjualan ke sana, tetapi kembali diminta untuk mengosongkan tempat itu.
BACA JUGA: Peringatan Hadeging Pakualaman ke-212, Berikut Rangkaian Acaranya
"Ke depan area biliar yang berada di sisi barat Alun-alun juga akan kami bersihkan, tapi masih berproses," kata putera pertama KGPAA Paku Alam X itu, Selasa (14/5/2024).
BPH Kusumo Bimantoro menjelaskan, revitalisasi Alun-alun Sewandanan itu bertujuan untuk mengembalikan ke bentuk aslinya. Dulu tidak ada aktivitas ekonomi di kawasan tersebut dan sepenuhnya digunakan untuk aktivitas masyarakat seperti olahraga, berkumpul, dan lain sebagainya.
"Tujuannya untuk mengembalikan fungsinya seperti sedia kala sebagai alun-alun. Alun-alun kan tempat masyarakat berkegiatan," jelasnya.
Pengosongan penuh kawasan Alun-alun itu ditargetkan bisa terealisasi pada tahun depan. Setelahnya Kadipaten Pakualaman bakal memagari kawasan itu agar tidak ada lagi pedagang yang masuk ke area tersebut. Namun, ia memastikan masyarakat tetap masih bisa beraktivitas.
BACA JUGA: Tempati Selter Sementara, Pedagang Pasar Terban Keluhkan Jumlah Pembeli Menurun
"Ke depan tidak buat kegiatan komersial. Kalau mau berjualan tidak di alun-alun tapi di pasar. Istilahnya untuk kegiatan non ekonomi seperti olahraga, salat id. Bisa untuk kegiatan masyarakat, tapi non ekonomi," ujarnya.
Dirinya belum memaparkan garis besar revitalisasi Alun-alun itu. Namun, BPH Kusumo Bimantoro mengatakan bahwa pihak Kadipaten Pakualaman masih menunggu keputusan dari pemerintah daerah DIY dan Pemkot Jogja soal kelanjutan proyek itu.
"Lebih cepat ya lebih baik. Kami sudah mengajukan, tetapi kami menunggu jadwal dari pemerintah daerah. Kedepan kita belum tahu nantinya alun-alun akan dikasih pasir atau konblok. Akan tetapi akan dipagari, cuma pagarnya tidak penuh, jadi bisa untuk aktivitas warga," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DKUKMPP Bantul menyiapkan operasi pasar setelah harga ayam dan cabai mulai naik. Pemkab memastikan stok pangan tetap aman meski Program MBG kembali berjalan.
Revisi Perbup JPS Sleman memasukkan skema bantuan ternak mati dan ditargetkan terbit pada tahun ini untuk membantu peternak.
Presiden Prabowo memimpin rapat antisipasi El Nino, cuaca ekstrem, dan kekeringan yang diprediksi datang lebih cepat pada tahun ini.
Kejari Surabaya menyetorkan Rp9,05 miliar hasil rampasan kasus TPPU judi online ke kas negara dan terus menelusuri aliran dana ke luar negeri.
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Dugaan jual beli seragam di SMPN 1 Jetis di Bantul diadukan ke ORI DIY. Dikpora Bantul menyebut sekolah tidak terlibat dalam pengadaan seragam.