DPRD Gunungkidul Minta Proyek Infrastruktur 2026 Berkualitas dan Tepat Waktu
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Ilustrasi leptospirosis./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Kasus leptospirosis di Kabupaten Sleman terus bertambah. Hingga sekarang sudah ada 19 kasus warga terjangkit dan tiga orang di antaranya meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan, tren penyakit leptospirosis di Sleman masih terus bertambah. Oleh karenanya, ia meminta Masyarakat mewaspadai penyakit yang penyakit ini. “Meski sudah masuk peralihan dari musim hujan ke kemarau, ancamannya tetap ada karena kasus penularan masih ditemukan,” kata Yuli, sapaan akrabnya, Ahad (26/5/2024).
Dia menjelaskan, hingga akhir Mei sudah ada 19 warga Sleman terjangkit leptospirosis. Akibat penularan ini, tiga orang dinyatakan meninggal dunia.
Secara kasus, Yuli tidak menampik, jumlahnya masih dibawah peristiwa yang terjadi di 2023. Pasalnya, tahun lalu ada 60 kasus leptospirosis dengan enam orang meninggal dunia.
Khamidah menjelaskan, ancaman penyakit leptospirosis erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan. Salah satu penyebab terjadinya penyebaran dikarenakan air kecing tikus yang mengandung bakteri Leptospira.
Oleh karena itu, sambung dia, Masyarakat tetap diminta menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah. “Di masa peralihan dari musim hujan ke kemarau potensi penyebaran penyakit sangat banyak. Terlebih lagi untuk penyakit yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan maupun genangan air harus terus diwaspadai,” katanya.
BACA JUGA: Warga Prambanan Meninggal Dunia Akibat Leptospirosis
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, penyakit leptospirosis masuk kategori zoonosis karena bisa menular ke manusia melalui perantara hewan. Biasanya, penyakit ini disebabkan air kecing tikus yang mengandung bakteri Leptospirosa.
Oleh karenanya, ia meminta kepada masyarakat yang berada di Kawasan pertanian maupun perikanan untuk lebih berhati-hati. Guna mengurangi risiko penyebaran, bisa menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, Sepatu bot saat beraktivitas.
Pihaknya berkomitmen melakukan sosialisasi terhadap pencegahan bahaya penyakit leptospirosis. Selain itu, juga ada upaya menggalakkan program Gerakan Kesehatan Masyarakat (Germas) dengan melibatkan kader-kader Kesehatan di tingkat kalurahan. “Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat [PHBS] serta rutin berolahraga dan makan-makanan bergizi sangat penting dalam upaya menjaga Kesehatan sehingga tidak mudah terserang penyakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 23 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.