MBG Prasmanan Bikin Istirahat Siswa SDN Soprayan Terpotong 20 Menit
Distribusi MBG sistem prasmanan membuat istirahat kedua siswa SDN Soprayan dipangkas dari 30 menit menjadi sekitar 10 menit.
Ilustrasi Keracunan - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan ada lima warga Padukuhan Tumpak, Kalurahan Ngawu, Playen mendapat perawatan di RS Bethesda Wonosari dan RS Nur Rohmah setelah diduga keracunan makanan. Satu dari lima orang tersebut meninggal dunia.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan lima orang yang dirawat di RS paska kejadian yaitu tiga orang dirawat di RS Bethesda Wonosari dan dua orang di RS Nur Rohmah. Tujuh orang lain menjalani rawat jalan.
“Konfirmasi sementara ini, dari lima orang yang dirawat di RS, ada satu yang meninggal dunia di RS Nur Rohmah. Kami masih konfirmasi lagi, karena penyebabnya masih dugaan,” kata Ismono dihubungi, Minggu (26/5).
Ismono menambahkan satu pasien yang ditangani di RS Nur Rohmah akhirnya dirujuk di salah satu RS di Jogja.
Ismono menceritakan dugaan keracunan makanan di Padukuhan Tumpak, Kalurahan Ngawu, Playen diketahui setelah Puskesmas Playen I menyampaikan laporan kejadian tersebut pada Minggu (26/5/2024).
Sebelum itu, Puskesmas Playen I lebih dulu menerima laporan kejadian itu dari anggota piket Polsek Playen pada Sabtu (25/5/2024). Ternyata dugaan keracunan terjadi ketika acara syukuran di salah satu rumah warga di Padukuhan Tumpak, RT 26/RW 03, Kalurahan Ngawu, Playen pada Kamis (23/5/2024).
BACA JUGA: Diduga Keracunan Makanan Hajat Syukuran, Lima Warga Playen Dirawat di RS
Pengambilan sampel makanan untuk keperluan identifikasi kandungan tidak dapat dilakukan. Pasalnya, laporan kejadian baru masuk selang dua hari dari kejadian.
Kejadian keracunan makanan yang terjadi di Gunungkidul bukan pertama kalinya. Sebelumnya, Dinkes melaporkan beberapa warga Padukuhan Kalitekuk dan Padukuhan Joho, Kalurahan Kalitekuk, Semin juga mengalami hal sama.
Dalam kesempatan sebelumnya, Ismono mengaku bakteri e-coli menjadi sebab keracunan massal di Padukuhan Kalitekuk. Bakteri ini juga diduga menjadi biang keracunan massal di Padukuhan Joho.
“Sementara itu informasi yang dapat saya berikan sambil menunggu hasil lebih lanjut dari Tim PE [Penyelidikan Epidemiologi] Dinkes, Senin atau Selasa besok,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Distribusi MBG sistem prasmanan membuat istirahat kedua siswa SDN Soprayan dipangkas dari 30 menit menjadi sekitar 10 menit.
SDN Purwosari memanfaatkan sekitar 600 galon bekas untuk kebun sekolah. Siswa belajar bertani, mengolah limbah, dan mengenal ketahanan pangan.
Sahran Hadziq meraih gelar doktor hukum di FH UII lewat disertasi tentang sistem pemidanaan nasional berbasis kearifan lokal masyarakat adat Bali.
Perpres Ojol Nomor 27 Tahun 2026 mengatur komisi pengemudi, perlindungan sosial, transparansi biaya, dan layanan pengaduan konsumen.
Hasto Wardoyo meminta seluruh kemantren di Jogja meniru program Bapak Asuh Trotoar untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan trotoar
Amnesty International mendesak negara-negara menentang sanksi AS terhadap ICC demi menjaga akuntabilitas dan keadilan internasional.