Kasus Gagal Ginjal Sleman Tembus Ribuan, Usia Produktif Dominan
Kasus gagal ginjal di Sleman sepanjang 2025 didominasi usia produktif. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pengendalian hipertensi.
Ilustrasi pompa air untuk irigasi sawah./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa ada sebanyak 21 kelompok tani (KT) di Gunungkidul telah mendapat bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian (Kementan). Pompa air ini menjadi salah satu solusi mengatasi sulitnya sumber air.
Bantuan itu juga merupakan program pompanisasi pemerintah pusat untuk mengakselerasi produksi padi di seluruh wilayah di Indonesia termasuk Gunungkidul.
Sekretaris DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan Kapanewon Semin menjadi wilayah dengan KT penerima bantuan pompa air terbanyak mencapai 16 kelompok. Adapun Wonosari dengan tiga kelompok, lalu Semin dan Paliyan masing-masing satu kelompok.
Kata dia, ke-21 kelompok itu juga telah menggunakan bantuan pompa untuk mengairi lahan pertanian sebagaimana di KT Ngudi Raharjo, Kalurahan Sumberejo, Semin. Lahan yang jadi objek pengairan menggunakan bantuan pompa kelompok itu adalah sawah tadah hujan dengan indeks pertanaman (IP) 100.
Sumber air yang ditarik berasal dari Sunga Oya. Jarak sungai dari lahan yang akan diairi sekitar 100-300 meter. Sungai itu, kata Raharjo juga mengalami penurunan debit air dari waktu ke waktu. Hal ini tentu dapat menjadi kendala irigasi pertanian.
Namun, KT Ngudi Rahajo mendapat pompa ukuran 4 inci. Dengan begitu, kelompok dapat dengan mudah memindah pompa menyesuaikan situasi dan kondisi. “Pemasangan pompa dapat membantu mengairi lahan seluas 15 hektare [ha],” kata Raharjo dihubungi, Minggu (2/6/2024).
Lebih jauh, Raharjo menjelaskan bahwa program pompanisasi pemerintah pusat berhilir pada swasembada padi 2024. Guna mencapai tujuan tersebut, optimalisasi air menjadi salah satu kuncinya.
BACA JUGA: Bantul Beri Bantuan 88 Mesin Pertanian untuk Kelompok Tani
Hanya, optimalisasi itu dilakukan secara kolaboratif. Pasalnya, KT hanya memiliki kewenangan memanfaatkan air di sumber-sumber tertentu yang dapat memenuhi kebutuhan air irigasi skala kecil/rumah tangga tani. Seperti halnya dengan irigasi Simo, Ponjong yang menjadi kewenangan DPUP-ESDM DIY atau irigasi pompa air tanah dalam di Pulutan dan Sayangan yang menjadi kewenangan DPUPRKP Gunungkidul. “Kami hanya membantu sampai tingkat Poktan [KT] yang membutuhkan paling lima hingga sepuluh hektar area itu saja,” katanya.
Pemkab Gunungkidul melalui DPP juga mendukung program akselerasi produksi padi melalui berbagai bantuan seperti cultivator, traktor, dan paddy mower. “Cultivator dan traktor sudah kami distribusikan Maret 2024 kemarin. Kurang paddy mower,” katanya.
Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi juga telah mengatakan Kementan sebenarnya mengalokasikan bantuan pompa air untuk Gunungkidul sebanyak 26 unit. Hanya, penyaluran dilakukan secara bertahap.
Terkait program akselerasi produksi padi, dia mengaku Pemkab Gunungkidul juga mendorong masa panen yang biasanya satu kali dalam setahun menjadi lebih dari satu kali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus gagal ginjal di Sleman sepanjang 2025 didominasi usia produktif. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pengendalian hipertensi.
Cristiano Ronaldo masuk skuad Portugal di Piala Dunia 2026. Ini daftar lengkap pemain dan peluang juara Selecao das Quinas.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.