Laga 72 Menit Berakhir, Yusuf Gagal ke Babak Utama Malaysia Masters
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
Ilustrasi dokter/Reuters
Harianjogja.com, BANTUL—RS Saras Adyatma mengaku siap menerapkan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) menyusul rencana pembangunan gedung baru di rumah sakit tersebut.
Sejauh ini, pembangunan gedung baru RS Saras Adyatma masih dalam proses pengadaan lelang di unit layanan pengadaan (ULP).
"Dan, sampai saat ini belum diketahui siapa pemenang tendernya. Untuk itu pengerjaannya kapan kami juga belum mengetahui secara pasti. Harapannya, akhir tahun ini sudah selesai," kata Direktur RS Saras Adyatma, Tri Wahyuni, Senin (10/6/2024).
Tri mengungkapan pembangunan gedung baru tersebut, bukan membangun gedung dari awal, akan tetapi lebih kepada melengkapi bangunan yang saat ini dalam bentuk konstruksi.
"Nanti juga akan ada gedung tambahan untuk penunjang nonmedis. Untuk gedung baru di timur itu kapasitas 32 tempat tidur tersebar di berbagai kelas," imbuh Tri.
Menurut Tri, RS type D tersebut saat ini memiliki kapasitas 50 tempat tidur. Adanya pembangunan gedung baru dengan pagu Rp13 miliar, kata dia, bukan kepada peningkatan kapasitas tempat tidur. Akan tetapi, meningkatkan kualitas pelayanan.
"Seperti saat ini kita baru punya kelas 3. Diharapkan dengan adanya gedung baru, semua bisa tertata dan semua kelas tersedia," papar Tri.
Terkait dengan penerapan KRIS, Tri mengaku hal itu akan diterapkan di gedung baru. Hal itu mengacu kepada masterplan dari gedung baru tersebut.
"Kalau yang sekarang ada nanti bertahap kami tata sesuai standar KRIS. Artinya saat yang timur dibangun, kita gunakan yang barat. Dan nantinya akan bergantian," papar Tri.
Tri memaparkan, sejauh ini tingkat hunian baik untuk rawat jalan dan rawat inap di RS Saras Adyatma mengalami tren kenaikan beberapa waktu terakhir. Sejak 1 tahun beroperasional, saat ini, rumah sakit yang berada di kapanewon Bambanglipuro tersebut tingkat keterisian dari 50 tempat tidur telah mencapai 20 persen.
"Sedikit-sedikit kita kan memperoleh kepercayaan publik dengan sarana dan prasarana yahg saat ini masih mininalis," terang Tri.
Tri mengakui minimalisnya peralatan dan gedung tidak membuat pihaknya mengendurkan pelayanan. Alhasil, saat ini tingkat keterisian untuk rawat inap mencapai 20 persen. Sedangkan untuk layanan rawat jalan di RS Saras Adyatma dalam sehari mencapai minimal 100 orang.
"Saat ini memang pelayanan di tempat kami masih sebatas basic saja, karena keterbatasan ruangan dan alat. Untuk kebutuhan layanan dasar sudah memenuhi standar yang ada," ucap Tri.
Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Aris (DPUPKP) Bantul Suharyanta mengatakan terkait perkembangan pembangunan gedung baru RS Saras Adyatma menjadi kewenangan dari Dinas Kesehatan Bantul.
"Jadi, silakan tanya ke Dinkes. Karena kami tidak menanganinya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.