Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Kelompok E-Nglarisi Gandeng Gendong Pakudaya Pakuncen menyiapkan pesanan nasi kotak, beberapa waktu lalu. -- ist/Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Program pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di bidang kuliner melalui E-Nglarisi Gandeng Gendong terus digencarkan. Sampai awal Juni 2024, serapan anggaran E-Nglarisi Gandeng Gendong mencapai sekitar Rp1,29 miliar.
E-Nglarisi Gandeng Gendong sudah digagas Pemkot Jogja sejak 2018. Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PKU) Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, mengatakan melalui aplikasi ini, Pemkot Jogja membeli produk dari penyedia jasa jamuan makanan dan minuman untuk kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkot Jogja.
Untuk tahun ini, realisasi atau serapan sementara anggaran program E-Nglarisi Gandeng Gendong dari Januari hingga awal Juni 2024 sudag mencapai sekitar Rp 1,29 miliar. "Realisasi itu yang tercatat melalui aplikasi E-Nglarisi. Karena masih banyak OPD yang pesan tidak melalui aplikasi, tapi lewat WA, SMS, telpon dan datang langsung, jadi tidak semua terpantau,” ujarnya, Sabtu (6/7/2024).
Pada 2024, Pemkot Jogja mengalokasikan anggaran jamuan makan-minum untuk kegiatan OPD sebesar Rp5,4 miliar. "Tahun ini target serapannya setidaknya 60 persen dari alokasi anggaran lewat aplikasi [E-Nglarisi]," paparnya.
Menurutnya serapan E-Nglarisi Gandeng Gandong sejak tahun 2018 trennya mengalami kenaikan. Pernah terserap lebih dari 70-80 persen, namun juga sempat turun pasa masa pandemi Covid-19 tahun 2020-2021 karena tidak ada kegiatan tatap muka.
Sejak 2022, Dinas PKU Kota Jogja tidak hanya membina secara teknis terkait produk, kualitas dan pemasaran. Pihaknya juga mengedukasi penggunaan aplikasi kepada penyedia jasa. Dinas PKU Kota Jogja juga mengkurasi kembali penyedia jasa makanan minuman di E-Nglarisi.
Dari sekitar 350 kelompok Gandeng Gendong yang terdaftar, setelah dikurasi hanya ada sekitar 173 kelompok yang layak sebagai penyedia jasa. Sisanya masih dalam taraf dibina didampingi agar bisa masuk penyedia jasa E-Nglarisi Gandeng Gendong.
BACA JUGA: Waspada! Fenomena La Nina Bisa Bikin Harga Pangan Naik
"Karena berbasis aplikasi, segala transaksionalnya harus berbasis aplikasi. Pemkot sudah mengeluarkan instruksi wali kota tahun 2023 bahwa transaksi E-Nglarisi harus melalui aplikasi. Kita terus sampaikan ke semua OPD. Sebagian (penyedia jasa) belum familiar, kita juga upayakan edukasi bisa menggunakan aplikasi," tutur Tri Karyadi.
Koordinator Kelompok Gandeng Gendong Kuliner Pakudaya Kelurahan Pakuncen, Asri Mikatsih menyampaikan kelompoknya sudah tujuh tahun ini merasakan manfaat dari keberadaan program Nglarisi Gandeng Gendong. Walau ia mengakui, omzet setahun ini tidak sebanyak di awal karena penyedia jasa Gandeng Gendong semakin banyak dan persaingan cukup ketat.
Meski demikian, kelompok Pakudaya setiap hari masih menerima pesanan. Dalam sehari rata-rata ada pesanan 200-400 nasi box dan 200 snack. Ada sekitar 11 warga sekitar yang diberdayakan di Kelompok Pakudaya ditambah pelaku kuliner sekitar yang menyuplai snack atau camilan.
"Dapur kami setiap hari masih tetap masak untuk melayani pesanan. Selain dari Pemkot, kami juga melayai dari Provinsi DIY, konsumen pribadi dan sekolah. Jadi kita memperluas pasar. Semangat kami sebenarnya adalah pemberdayaan yang menjadi kata kunci di Pakudaya," ucap Asri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.