Advertisement
Tangani Sampah Organik, Kampanye 'Organikkan Jogja' Digaungan Menyasar 2.000 RT
Depo Sampah Mandala Krida ditutup, Minggu (21/4/2024) - Harian Jogja - Alfi Annissa Karin
Advertisement
Harianjogja.com, UMBULHARJO—Pemkot Jogja berhasil melakukan kampanye Gerakan Zero Sampah Anorganik (GZSA) pada awal 2023 lalu. Kampanye ini diwujudkan dalam bentuk optimalisasi peran bank sampah di masing-masing wilayah. GZSA merupakan bagian dari upaya Pemkot Jogja untuk menekan produksi sampah di Kota Jogja.
Sekretaris Daerah Kota Jogja Aman Yuriadijaya menyebut nantinya masyarakat dan bank sampah tak hanya diminta untuk fokus pada pengelolaan sampah anorganik, tapi juga organik.
Advertisement
BACA JUGA : Pengelolaan Sampah, TPS3R di Kartamantul Tunjukkan Perkembangan Positif
Sejatinya, selama ini kampanye pengelolaan sampah organik telah digencarkan. Hanya saja, ke depan akan lebih dimasifkan lagi penerapannya. Ini juga sebagai tindak lanjut dari temuan di lapangan. Sebab, masih ada sebagian masyarakat yang merasa belum tersentuh sosialisasi soal penanganan sampah organik dan anorganik. Aman menuturkan, pihaknya akan menggaungkan kampanye Organikkan Jogja. Wujudnya adalah edukasi yang akan menyasar 2.000 RT di Kota Jogja.
"Nanti kerja sama antara Dinas Lingkungan Hidup, Forum Bank Sampah, dan dengan PKK khususnya Pokja 3. Jadi akan digerakkan sampai ke basis RT yang jumlahnya 2000-an," ujar Aman.
Sampah organik bisa diolah dengan berbagai cara, bahkan hingga ke tingkat RT hingga rumah tangga. Masyarakat bisa mengolah sampah dengan cara memanfaatkan lubang biopori, ember tumpuk, galon tumpuk, losida, dan lainnya. Aman menuturkan, pengelolaan sampah tak seutuhnya jadi tanggung jawab Pemkot Jogja. Masyarakat sebagai penghasil sampah juga bertanggung jawab atas sampahnya masing-masing.
"Saya meyakini kalau pengelolaan di hulu berjalan baik, hilirnya mudah dan tidak banyak. Dan pemerintah sanggup untuk itu," imbuhnya.
Kabid Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja Ahmad Haryoko menuturkan pihaknya akan kembali menempuh strategi pengaturan depo sampah. Sebelumnya operasional depo sampah dibatasi, tidak setiap hari. Ke depan, akan ada hari-hari tertentu untuk membuang sampah kering maupun basah.
BACA JUGA : Warga Sanden Minta Kompos Dikasih Sampah, DLH Jogja Akui Ada Kesalahan
"Nanti penjadwalan ini sudah mulai latihan. Nantinya yang akan kita terima, misalnya seperti apa. Tapi yang pasti untuk membedakan, lebih mudahnya hari basah dan hari kering. Jadi sampah basah dan kering. Tapi ini akan diperinci dalam keputusan wali kota yang dibuat," ungkap Haryoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








