Advertisement

Jembatan Kedungwalu Belum Dibangun karena Tunggu Anggaran, Warga Masih Kesulitan

Andreas Yuda Pramono
Rabu, 10 Juli 2024 - 17:07 WIB
Maya Herawati
Jembatan Kedungwalu Belum Dibangun karena Tunggu Anggaran, Warga Masih Kesulitan Seorang warga nekat menyeberangi jembatan crossway di Padukuhan Kedungwanglu, Kalurahan Banyusoco, Playen, Gunungkidul yang tenggelam akibat banjir, Jumat (19/1/2024). - dok - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan jembatan crossway di Padukuhan Kedungwanglu, Kalurahan Banyusoco, Playen, Gunungkidul belum bisa terealisasi. Jembatan yang menjadi tumpuan akses warga ini telah putus akibat banjir sejak Januari 2024.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Tri Murtoposidi mengatakan anggaran pembangunan jembatan ini akan menggunakan dana keistimewaan (danais).

Advertisement

Dia memperkirakan perubahan danais dapat masuk dan ditetapkan pertengahan bulan Juli 2024.

Tri berharap pembangunan jembatan ini dapat segera dimulai, sehingga akhir tahun dapat digunakan. Dia memperkirakan anggaran perencanaan, pengawasan, konstruksi, dan penunjang menyedot danais hingga Rp7 miliar.

Adapun bentang jembatan hingga 40 meter dan lebar lima meter.

“Masih ada waktu sekurang-kurangnya empat bulan untuk masa konstruksi,” kata Tri dihubungi, Rabu, (10/7/2024).

Pembangunan jembatan crossway ini memakan tanah warga atau sertifikat hak milik (SHM). Ada empat warga telah bersedia untuk menghibahkan tanah untuk pembangunan jembatan ini.

Dukuh Kedungwanglu, Burhan Tholib mengatakan ada total enam warga yang bersedia menghibahkan tanah untuk pembangunan jembatan cross way ini. Pihaknya masih belum menghubungi warga yang tanahnya berpotensi terdampak pembangunan.

“Belum semua pihak kami hubungi terkait dengan tanah. Kalau nanti ada yang mau menghibahkan nanti saya masukkan catatan. Tidak ada yang minta ganti rugi sampai saat ini,” kata Burhan.

BACA JUGA: PAD Sektor Pariwisata Sleman Capai Rp151 Miliar hingga Juni 2024

Adapun sosialisasi resmi dari Pemerintah Provinsi dan kabupaten belum ada. Hanya, Pemerintah Kalurahan Banyusoco dan padukuhan telah melakukan sosialisasi bersama tokoh masyarakat.

“Ada sekitar 1.000 meter persegi lahan yang dihibahkan dari enam orang itu. Jembatan ini nanti menurut infonya memiliki tinggi delapan meter dari dasar sungai,” katanya.

Pembangunan jembatan ini mendesak untuk dilakukan. Pasalnya, apabila hujan deras dalam durasi tertentu dapat menenggelamkan jembatan.

Pada Januari 2024, ada lima RT yang meliputi RT 3, 4, 5, 6, dan 7 di Padukuhan Kedungwanglu, Banyusoco terisolasi karena Sungai Prambutan meluap dan menenggelamkan jembatan crossway.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pembangunan IKN, Jokowi: Jangan Membayangkan Upacara 17 Agustus Sudah Jadi Semuanya

News
| Rabu, 17 Juli 2024, 18:37 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Shoulder Season, Periode Berwisata Antiribet

Wisata
| Minggu, 14 Juli 2024, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement