Mahasiswa KKN UGM Buka Wawasan Karier Siswa SMK di Maluku Tengah
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggelar pelatihan karier, beasiswa, dan motivation letter bagi siswa SMK Negeri 7 Maluku Tengah.
Kegiatan bedah buku bertajuk Menyiapkan dan Menumbuhkan Jiwa Enterpreneur pada Anak yang digelar di Balai Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Bantul, Jumat (12/7/2024)./Stefani Yulindriani
BANTUL—Pemerintah terus berupaya mendorong agar generasi muda memiliki jiwa wirausaha. Hal ini sangat penting, karena jiwa kewirausahaan merupakan modal dasar dalam menghadapi era global yang penuh tantangan, persaingan dan penuh dengan ketidakpastian.
Penegasan ini disampaikan Staf Ahli Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DIY, Suharmanta yang mewakili anggota DPRD DIY Huda Tri Yudiana dalam Bedah Buku bertajuk Menyiapkan dan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur pada Anak di Balai Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Bantul, Jumat (12/7/2024).
Agenda Bedah Buku diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY. Suharmanta menjelaskan, jiwa wirausaha harus dibangun dan dimiliki anak sejak dini. "Dalam persaingan global sangat diperlukan generasi muda yang tangguh, ulet, dinamis, kreatif, inovatif, produktif, etos kerja keras yang tinggi, disiplin, dan visioner," katanya, Jumat.
Untuk itu, dia mendorong adanya kegiatan bedah buku untuk meningkatkan minat baca masyarakat. "Program ini [bedah buku] merupakan upaya untuk meningkatkan budaya literasi di Indonesia. Program kerja sama antara DPAD DIY dan DPRD DIY ini bertujuan untuk menyediakan bahan literasi bagi masyarakat," katanya.
Suharmanta berharap orang tua dapat mendorong minat dan bakat anaknya, sehingga minat dan bakat anak dapat meningkat seiring waktu. "Pesan kami kepada orang tua, dampingi minat dan bakat anak sejak dini, sehingga minat dan bakat tersebut dapat dimaksimalkan," katanya.
Ketua Tim Bedah Buku DPAD DIY, Sri Wahyudi mengatakan program bedah buku digelar untuk meningkatkan minat baca masyarakat setempat. "Harapannya, minta baca masyarakat bisa meningkat dengan digelarnya bedah buku dengan tema yang sesuai kebutuhan masyarakat," katanya.
Dia menuturkan buku bertema tentang menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada anak sengaja diusung untuk mendorong peran orang tua dalam jiwa wirausaha anak dengan membaca buku.
Sri Wahyudi menilai wirausahawan bisa sukses karena mereka memiliki ilmu pengetahuan yang selalu diperbarui. Sebagai contoh, saat ini banyak bermunculan wirausahawan baru.
Meski begitu, masih banyak juga wirausaha yang tidak dapat bertahan karena belum memiliki jiwa wirausaha yang kuat. Agar anak memiliki jiwa wirausaha yang baik dan kuat, maka jiwa wirausaha tersebut perlu ditanamkan dan ditumbuhkan sejak anak usia dini.
Menurut Sri Wahyudi, mengenalkan jiwa wirausaha sejak dini akan membantu melatih kepercayaan diri, kedisiplinan, tanggung jawab dan keterampilan komunikasi yang baik dan benar pada anak.
"Menumbuhkan jiwa entrepreneur atau wirausaha pada anak usia dini merupakan peran yang sangat penting dalam meningkatkan kemandiriannya dan memiliki manfaat yang sangat baik, sekaligus sangat berpengaruh pada masa depannya kelak ketika sudah tumbuh menjadi manusia dewasa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggelar pelatihan karier, beasiswa, dan motivation letter bagi siswa SMK Negeri 7 Maluku Tengah.
Kadin Sleman menilai tantangan UMKM semakin kompleks. Pelaku usaha didorong memperkuat inovasi, digitalisasi, legalitas, dan tata kelola untuk meningkatkan daya
Pemkab Kulonprogo menerapkan strategi ganda untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Strategi penanganan kemiskinan men
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Meta dijatuhi denda baru Rp10,12 triliun terkait dampak Instagram dan Facebook terhadap kesehatan mental anak. Total sanksi kini mencapai Rp16,8 triliun.