Bantul Bangun 20 Kolam Ikan per Kalurahan, Produksi Ditarget Naik
Sebanyak 20 kalurahan di Bantul menerima program budi daya ikan tematik dari KKP dengan pembangunan sedikitnya 20 kolam ikan di tiap kalurahan.
Aris, salah seorang petani di Kalurahan Tambakrejo, Tempel sedang memperlihatkan tanaman padi yang mulai mengering. Harian Jogja/David Kurniawan\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyatakan bakal meminta bantuan dari BNPB untuk mengatasi bencana kekeringan di wilayahnya.
Sejumlah wilayah dilaporkan telah meminta bantuan air bersih akibat bencana kekeringan yang berkepanjangan di sejumlah titik di DIY.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, pihaknya akan meminta BNPB untuk melakukan modifikasi cuaca di wilayah setempat agar terjadi hujan. "Kami akan minta bantuan BNPB untuk modifikasi cuaca dengan cara menebarkan garam di udara supaya terjadi hujan," katanya, Selasa (16/7/2024).
BACA JUGA: Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian, Pemerintah Galakkan Pompanisasi
Menurutnya, pelaksanaan modifikasi cuaca selama ini belum pernah dilakukan di wilayah ini. Sebab berbiaya mahal. Hanya saja pihaknya akan mempertimbangkan upaya itu jika musim kemarau terus berlanjut di DIY dalam beberapa waktu waktu depan.
"Penyaluran air bersih ke masyarakat yang kesulitan air juga akan kami lakukan. Kami juga minta dunia usaha, lembaga non pemerintah untuk membantu," katanya.
Noviar menambahkan, pihaknya sebenarnya sudah ditawarkan oleh BNPB untuk menetapkan siaga darurat kekeringan di wilayahnya. Hanya saja menurut dia siaga darurat bencana kekeringan hanya akan ditempuh jika minimal ada dua kabupaten kota yang telah menetapkan status serupa.
"Di BPBD DIY harus ada penetapan secara detailnya dari kabupaten, minimal dua kabupaten yang menerapkan siaga kekeringan baru nanti provinsi yang menetapkan siaga kekeringan," ujarnya.
Dengan begitu, pihaknya mengaku sampai sekarang masih melihat perkembangan kondisi cuaca ke depannya. Selain itu juga terus memantau tindakan yang dilakukan oleh kabupaten kota dalam mengatasi masalah kekeringan. Adapun wilayah yang akan menetapkan siaga kekeringan disinyalir Sleman dan Gunungkidul.
BACA JUGA: Siaga Bencana Kekeringan di Gunungkidul Ditetapkan hingga 31 Agustus 2024
"Sementara 5 titik di Gunungkidul yang sudah mengalami kekeringan. Sleman sisi utara sudah mulai kekeringan tapi masih belum signifikan, daerah Turi, Pakem, Cangkringan dan beberapa kalurahan di sana sudah mulai kekurangan stok air," jelasnya.
Noviar menyebutkan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, Juli-Agustus dimungkinkan semua kabupaten kota berpotensi mengalami kekeringan sementara. "BMKG nanti akan memperbaharui terus informasinya. Yang pasti Juli-Agustus puncaknya kekeringan atau musim panas di jogja," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20 kalurahan di Bantul menerima program budi daya ikan tematik dari KKP dengan pembangunan sedikitnya 20 kolam ikan di tiap kalurahan.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.