Wisata Edukasi Madukismo Bantul, Serunya Naik Lori Melihat Proses Produksi Gula
Wisata edukasi Madukismo mengajak pengunjung naik kereta lawas menyusuri pabrik dan melihat proses tebu hingga menjadi kristal gula.
Aris, salah seorang petani di Kalurahan Tambakrejo, Tempel sedang memperlihatkan tanaman padi yang mulai mengering. Harian Jogja/David Kurniawan\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyatakan bakal meminta bantuan dari BNPB untuk mengatasi bencana kekeringan di wilayahnya.
Sejumlah wilayah dilaporkan telah meminta bantuan air bersih akibat bencana kekeringan yang berkepanjangan di sejumlah titik di DIY.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, pihaknya akan meminta BNPB untuk melakukan modifikasi cuaca di wilayah setempat agar terjadi hujan. "Kami akan minta bantuan BNPB untuk modifikasi cuaca dengan cara menebarkan garam di udara supaya terjadi hujan," katanya, Selasa (16/7/2024).
BACA JUGA: Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian, Pemerintah Galakkan Pompanisasi
Menurutnya, pelaksanaan modifikasi cuaca selama ini belum pernah dilakukan di wilayah ini. Sebab berbiaya mahal. Hanya saja pihaknya akan mempertimbangkan upaya itu jika musim kemarau terus berlanjut di DIY dalam beberapa waktu waktu depan.
"Penyaluran air bersih ke masyarakat yang kesulitan air juga akan kami lakukan. Kami juga minta dunia usaha, lembaga non pemerintah untuk membantu," katanya.
Noviar menambahkan, pihaknya sebenarnya sudah ditawarkan oleh BNPB untuk menetapkan siaga darurat kekeringan di wilayahnya. Hanya saja menurut dia siaga darurat bencana kekeringan hanya akan ditempuh jika minimal ada dua kabupaten kota yang telah menetapkan status serupa.
"Di BPBD DIY harus ada penetapan secara detailnya dari kabupaten, minimal dua kabupaten yang menerapkan siaga kekeringan baru nanti provinsi yang menetapkan siaga kekeringan," ujarnya.
Dengan begitu, pihaknya mengaku sampai sekarang masih melihat perkembangan kondisi cuaca ke depannya. Selain itu juga terus memantau tindakan yang dilakukan oleh kabupaten kota dalam mengatasi masalah kekeringan. Adapun wilayah yang akan menetapkan siaga kekeringan disinyalir Sleman dan Gunungkidul.
BACA JUGA: Siaga Bencana Kekeringan di Gunungkidul Ditetapkan hingga 31 Agustus 2024
"Sementara 5 titik di Gunungkidul yang sudah mengalami kekeringan. Sleman sisi utara sudah mulai kekeringan tapi masih belum signifikan, daerah Turi, Pakem, Cangkringan dan beberapa kalurahan di sana sudah mulai kekurangan stok air," jelasnya.
Noviar menyebutkan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, Juli-Agustus dimungkinkan semua kabupaten kota berpotensi mengalami kekeringan sementara. "BMKG nanti akan memperbaharui terus informasinya. Yang pasti Juli-Agustus puncaknya kekeringan atau musim panas di jogja," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisata edukasi Madukismo mengajak pengunjung naik kereta lawas menyusuri pabrik dan melihat proses tebu hingga menjadi kristal gula.
Stasiun Geofisika Manado mencatat 515 gempa tektonik guncang Sulawesi Utara selama Agustus 2026. Gempa terbesar capai magnitudo 6,5.
Jadwal DAMRI dari YIA Jumat 18 September 2026 tersedia ke lima tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Ratusan siswa SMKN 1 Boyolangu Tulungagung mengeluh diare usai santap menu MBG. Dinkes amankan sampel makanan untuk uji laboratorium.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 18 September 2026 melayani 24 perjalanan rute Stasiun Tugu-YIA PP. Cek jam keberangkatan dan waktu tempuhnya.
Forum Warek Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 di Unhas fokus membahas mitigasi kecurangan SNPMB dan empat isu strategis.