8 Warga Sleman Siap Transmigrasi ke Sulawesi, Tinggal Tunggu Jadwal
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Nyamuk - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mencatat jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) sejak Januari–Juni 2024 menyentuh 1.281 kasus. Jumlah ini hampir tujuh kali lipat dibanding kasus pada 2021 lalu.
Adapun kasus DBD pada 2023 tercatat sebanyak 260 kasus dan pada 2022 sebanyak 457 kasus atau naik hampir tiga kali lipat. Adapun pada 2021, DBD mencapai 189 kasus atau hampir tujuh kali lipat.
BACA JUGA: 799 Meninggal Akibat DBD selama 23 Pekan di 2024
Tingkat kematian pun cenderung naik. Angka kematian masing-masing pada 2021 dan 2022 ada tiga orang. Lalu, pada 2023 ada satu orang, dan paruh pertama 2024 ada empat orang.
“Kalau melihat kecenderungan kasus dari awal Januari 2024 hingga Juni itu malah turun,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Ismono dihubungi, Rabu, (17/7/2024).
Pada Januari angka kasus DBD menyentuh 74 kasus, Februari ada 204 kasus, Maret ada 351 kasus, April ada 240 kasus, Mei ada 231 kasus, dan Juni ada 181 kasus. Berdasarkan angka kasus ini, Kapanewon Wonosari, Paliyan, Playen, Semanu, dan Pojong menjadi wilayah dengan kasus tertinggi. Situasi dan kondisi wilayah/kasus sebaran DBD, kata Ismono sulit diprediksi.
“Terakhir kami merancang anggaran pengadaan abate dan lainnya [fogging] kan, ini akan segera kami proses untuk pengadaannya. Imbauan kami tetap sama yaitu agar warga terus memberantas sarang nyamuk dan jentik-jentik,” katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gunungkidul, Sidig Hery Sukoco mengatakan jawatannya akan melakukan pengadaan abate setelah adanya ketersediaan anggaran.
Selain itu, kata dia Dinkes akan melakukan fogging di wilayah-wilayah yang ditemukan kasus DBD. Sebelum itu, Dinkes akan menggelar penyelidikan epidemiologis (PE) lebih dahulu. Apabila prasyaratnya/ syaratnya terpenuhi, maka foggin dapat dimulai. “Kami ada alokasi untuk 70 fogging fokus,” kata Hery.
Disinggung perihal lonjakan kasus DBD, menurut Hery terjadi perubahan siklus lima tahunan menjadi tiga tahunan. “Persisnya saya tidak bisa menjelaskan mengapa bisa seperti itu. Ini asumsi secara epidemiologis saja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.