Lansia Hilang 9 Hari di Paliyan Ditemukan Tewas Dekat Luweng Ngeleng
Lansia 85 tahun asal Paliyan ditemukan meninggal di Luweng Ngeleng setelah 9 hari pencarian tim gabungan.
Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak yang digelar di Gedung Serba Guna Sleman. Kamis (1/8/2024) Istimewa Humas Pemkab Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Sedikitnya 1.000 peserta menghadiri puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke-31 dan Hari Anak ke-40 di Gedung Serba Guna Sleman, Kamis (1/8/2024).
Di kesempatan ini, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengajak untuk memperkuat Sleman sebagai kabupaten layak anak.
“Mari bersama-sama berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung penguatan Sleman Layak Anak,” kata Kustini.
BACA JUGA: Pendaftaran Sleman Temple Run Akan Ditutup 8 Agustus 2024, Total Hadiah Rp54 Juta
Menurut dia, upaya penguatan kabupaten layak anak bisa dilakukan dengan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak. Selain itu, juga ada upaya perlindungan sebagai upaya pencegahan kekerasan dan eksploitasi anak.
“Dengan momen hari keluarga dan hari anak bisa menjadi motivasi untuk mewujudkan kleuarga dan lingkungan terdekat sebagai ruang tumbuh yang ideal bagi anak. Tentunya ini juga menjadi bagian untuk mewujudkan generasi emas Indonesia,” kata bupati.
Kustini menyakini dengan komitmen bersama ini maka status Sleman layak anak bisa lebih diperkuat. Terlebih lagi, sambung dia, hingga sekarang seluruh kalurahan juga sudah menyandang predikat kampung keluarga berkualitas.
“Langkah ini juga untuk menyukseskan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana [Bangga Kencana],” katanya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APKB) Sleman, Wildan Solichin mengatakan, puncak peringatan hari keluarga nasional dan hari anak berlangsung dengan meriah. Total ada sekitar 1.000 peserta yang hadir dalam acara ini.
BACA JUGA: Bansos Beras Disalurkan Lagi, Ini Perkiraaan Jumlah Penerima di Sleman
“Ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan komitmen dalam pembagunan keluarga dan perlindungan anak. Sebagai peyandang predikat kabupaten layak anak dengan kategori utama, maka sudah seharusnya upaya perlindungan bisa terus dioptimalkan,” katanya.
Menurut dia, banyak kegiatan yang dilaksanakan didalam peringatan, mulai dari lomba kampung keluarga berkualitas; dapur sehat Atasi stunting. Selain itu, ada juga lomba bina keluarga lansia hingga desa ramah Perempuan dan peduli anak.
Wildan juga berharap kepada Masyarakat untuk bisa meningkatkan peran dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas. Hal ini bisa ditandai dengan adanya pemenuhan hak anak secara layak.
“Pembangunan keluarga sangat penting karena menjadi bagian mewujudkan generasi emas yang berkualitas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia 85 tahun asal Paliyan ditemukan meninggal di Luweng Ngeleng setelah 9 hari pencarian tim gabungan.
Said Iqbal membatalkan kunjungan ke ByteDance setelah DPR, pemerintah, dan Tokopedia-TikTok sepakat menghindari PHK sekitar 1.250 karyawan.
PSS Sleman resmi berpisah dengan Nuri Fasya. Manajemen mengapresiasi dedikasi, semangat juang, dan karakter pantang menyerah sang bek.
Pemkab Bantul menerapkan sistem pembobotan nilai jika bakal calon lurah lebih dari lima orang pada Pilur 2026 sesuai Perbup No. 47/2026.
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Polres Temanggung menangkap dua terduga pelaku pengganjal ATM Bank Mandiri. Korban kehilangan Rp20 juta, satu pelaku diketahui residivis.