DPRD Sleman Perketat Pengawasan Usai Temuan 11 Bayi di Pakem
DPRD Sleman akan mengevaluasi instansi pemerintah tiap tiga bulan usai temuan 11 bayi di rumah wilayah Pakem, Sleman.
Aktivitas pengunjung saat akan menyusuri wisata Goa Pindul di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, 28 Juni 2022-Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan ada 437.124 wisatawan mengunjungi Bumi Handayani selama Juli 2024.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Gunungkidul, Supriyanta mengatakan dari jumlah wisatawan tersebut, pendapatan asli daerah (PAD) yang didapat mencapai Rp4,8 miliar. Adapun data per 1 Juli 2024, angka kunjungan wisatawan mencapai 1.532.787 orang.
BACA JUGA: Kunjungi Lapas Perempuan Wonosari Gunungkidul, Menteri PPPA Tinjau Pelatihan Keterampilan
Dengan begitu, PAD hingga akhir Juli 2024 mencapai Rp21,7 miliar. Apabila melihat target PAD dari sektor pariwisata sebesar Rp28,4 miliar, maka Dispar masih perlu meraih Rp6,4 miliar.
PAD tersebut didapat dari tiga belas pos retribusi yang menjadi pintu masuk wisatawan. Beberapa di antaranya yaitu Pos Baron, Pos Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Goa Cerme, Pulegundes, dan Watugupit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman akan mengevaluasi instansi pemerintah tiap tiga bulan usai temuan 11 bayi di rumah wilayah Pakem, Sleman.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.