RSUD Saras Adyatma Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di BCE 2026
Selama pameran berlangsung, masyarakat dapat menikmati berbagai layanan kesehatan, edukasi, hingga beragam aktivitas interaktif yang telah disiapkan
Wakil Ketua DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai (berdiri) saat menjadi pembicara dalam bedah buku berjudul Stunting di Indonesia, Analysis dan Pencegahan yang digelar DPAD DIY di Pedukuhan Kragilan, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Rabu (7/8/2024). David Kurniawan
SLEMAN—Wakil Ketua DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, menilai masalah stunting atau terhambatnya tumbuh kembang anak yang memicu kekerdilan masih menjadi tantangan dalam menyambut bonus demografi di Indonesia. Hal ini disampaikan Anton saat menjadi pembicara dalam acara bedah buku berjudul Stunting di Indonesia Analysis dan Pencegahan di Pedukuhan Kragilan, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Rabu (7/8/2024).
“Bonus demografi harus dimanfaatkan untuk mewujudkan Indonesia maju. Tapi, kalau generasi mudanya ngantukan saat membaca atau malas berpikir, maka bonus ini akan terlewat begitu saja. Ini jangan sampai terjadi,” kata Anton.
Menurut dia, masalah tengkes tidak bisa dianggap sepele karena bisa berpengaruh terhadap generasi muda yang ujung-ujungnya masa depan bangsa juga ikut terpengaruh. Oleh karena itu, Anton meminta masyarakat untuk berpartisipasi dalam pencegahan, salah satunya dengan gemar makan ikan.
BACA JUGA: Pemadam Kebakaran Jogja Targetkan Respons Kasus Kasus Hanya 10 Menit
“Lele kandungan gizinya tinggi dan kaya omega untuk mencegah stunting. Bahkan, kandungannya lebih tinggi dari ikan salmon yang didatangkan dari luar negeri. Harapannya, dengan gemar makan ikan, maka anak-anak tumbuh sehat sehingga terhindar dari stunting,” katanya.
Selain itu, Anton juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan minum susu. Untuk bayi, pemberian air susu ibu (ASI) sangat penting agar kebutuhan gizi terpenuhi dengan baik. “Susu juga penting agar anak dapat tumbuh dengan baik,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan bedah buku ini tidak hanya untuk memberikan pemahaman dalam upaya pencegahan stunting. Bedah buku yang digelar menjadi sarana meningkatkan budaya literasi di DIY yang saat ini sudah menduduki peringkat tertinggi di Indonesia.
“Tapi masih butuh peningkatan sehingga ada program bedah buku. Melalui program ini, harapannya tingkat membaca terus meningkat, wawasan yang dimiliki peserta juga semakin bertambah,” katanya.
Pustakawan Utama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Budiyono, mengatakan program bedah buku merupakan kerja sama antara DPAD DIY dengan DPRD DIY. Tujuan utama penyelenggaraan untuk meningkatkan budaya literasi di masyarakat, sehingga kegiatan dilaksanakan di seluruh wilayah DIY. Adapun tema buku yang diulas berbeda-beda di setiap tempat. Untuk penyelenggaraan di Pedukuhan Kragilan berkaitan dengan stunting. Harapannya, peserta dapat ikut berperan dalam peningkatan minat baca di masyarakat, sekaligus sebagai upaya menambah wawasan karena buku merupakan jendela ilmu. “Buku ini bisa menjadi panduan untuk belajar bagi peserta yang ikut dalam kegiatan bedah buku,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama pameran berlangsung, masyarakat dapat menikmati berbagai layanan kesehatan, edukasi, hingga beragam aktivitas interaktif yang telah disiapkan
Gempa M4,4 mengguncang selatan Kuta, Bali. BMKG mencatat sebelumnya gempa juga terjadi di Bogor dan Pangandaran tanpa laporan kerusakan di Garut.
Manchester United mengumumkan rekap transfer musim panas 2026. Enam pemain baru direkrut, sementara 12 pemain meninggalkan Old Trafford.
Becak listrik di Jogja dinilai nyaman oleh pengemudi dan penumpang. Perawatan rutin disebut menjadi kunci agar kendaraan tetap optimal.
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih
Cadangan devisa Indonesia bertahan di US$145,3 miliar hingga akhir Juli 2026. BI menyebut posisi ini menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi.