Advertisement
BEDAH BUKU: Cegah Stunting, Warga Diajak Gemar Makan Ikan

Advertisement
SLEMAN—Wakil Ketua DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, menilai masalah stunting atau terhambatnya tumbuh kembang anak yang memicu kekerdilan masih menjadi tantangan dalam menyambut bonus demografi di Indonesia. Hal ini disampaikan Anton saat menjadi pembicara dalam acara bedah buku berjudul Stunting di Indonesia Analysis dan Pencegahan di Pedukuhan Kragilan, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Rabu (7/8/2024).
“Bonus demografi harus dimanfaatkan untuk mewujudkan Indonesia maju. Tapi, kalau generasi mudanya ngantukan saat membaca atau malas berpikir, maka bonus ini akan terlewat begitu saja. Ini jangan sampai terjadi,” kata Anton.
Advertisement
Menurut dia, masalah tengkes tidak bisa dianggap sepele karena bisa berpengaruh terhadap generasi muda yang ujung-ujungnya masa depan bangsa juga ikut terpengaruh. Oleh karena itu, Anton meminta masyarakat untuk berpartisipasi dalam pencegahan, salah satunya dengan gemar makan ikan.
BACA JUGA: Pemadam Kebakaran Jogja Targetkan Respons Kasus Kasus Hanya 10 Menit
“Lele kandungan gizinya tinggi dan kaya omega untuk mencegah stunting. Bahkan, kandungannya lebih tinggi dari ikan salmon yang didatangkan dari luar negeri. Harapannya, dengan gemar makan ikan, maka anak-anak tumbuh sehat sehingga terhindar dari stunting,” katanya.
Selain itu, Anton juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan minum susu. Untuk bayi, pemberian air susu ibu (ASI) sangat penting agar kebutuhan gizi terpenuhi dengan baik. “Susu juga penting agar anak dapat tumbuh dengan baik,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan bedah buku ini tidak hanya untuk memberikan pemahaman dalam upaya pencegahan stunting. Bedah buku yang digelar menjadi sarana meningkatkan budaya literasi di DIY yang saat ini sudah menduduki peringkat tertinggi di Indonesia.
“Tapi masih butuh peningkatan sehingga ada program bedah buku. Melalui program ini, harapannya tingkat membaca terus meningkat, wawasan yang dimiliki peserta juga semakin bertambah,” katanya.
Pustakawan Utama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Budiyono, mengatakan program bedah buku merupakan kerja sama antara DPAD DIY dengan DPRD DIY. Tujuan utama penyelenggaraan untuk meningkatkan budaya literasi di masyarakat, sehingga kegiatan dilaksanakan di seluruh wilayah DIY. Adapun tema buku yang diulas berbeda-beda di setiap tempat. Untuk penyelenggaraan di Pedukuhan Kragilan berkaitan dengan stunting. Harapannya, peserta dapat ikut berperan dalam peningkatan minat baca di masyarakat, sekaligus sebagai upaya menambah wawasan karena buku merupakan jendela ilmu. “Buku ini bisa menjadi panduan untuk belajar bagi peserta yang ikut dalam kegiatan bedah buku,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

KAI Catat 16,2 Juta Pemudik Gunakan Kereta Api Selama Angkutan Lebaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Simak Jadwal KRL Jogja Solo Selama Libur Lebaran, Berlaku hingga 13 April 2025
- Rute dan Jadwal Bus Trans Jogja ke Tempat-Tempat Wisata
- Khusus Libur Lebaran hingga 13 April 2025, Berikut Jadwal KRL Solo Jogja dari Stasiun Palur Sampai Tugu Jogja
- Hanya Khusus Libur Lebaran 2025, Berikut Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo PP
- Hanya Rp11.600, Berikut Jadwal Angkutan Shuttle Rute Malioboro-Parangtritis
Advertisement
Advertisement