PMI Gunungkidul Siapkan Donor Darah Mobile Jaga Ketersediaan Stok
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman mengalokasikan anggaran Rp8,4 miliar untuk beasiswa pendidikan bagi keluarga miskin. Tambahan biaya pendidikan ini diberikan untuk anak dari jenjang TK, SD hingga SMP di Bumi Sembada.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana mengatakan upaya peningkatan pendidikan di Sleman terus dilakukan. Oleh karena itu, sejak empat tahun lalu digelontorkan beasiswa pendidikan bagi anak miskin.
Menurut dia, alokasi anggaran yang disediakan terus meningkat setiap tahunnya. Sebagai gambaran, tahun lalu hanya kisaran Rp4 miliar, tetapi di 2024 melonjak menjadi Rp8,4 miliar.
Seiring bertambahnya pagu anggaran yang disediakan, jumlah penerima program makin bertambah. Tahun lalu, kata dia, ada sekitar 5.000 anak tingkat SMP, 3.000 anak tingkat SD dan 1.200 anak tingkat TK yang mendapatkan beasiswa ini. “Sekarang kami masih mendata. Untuk kepastiannya, kami juga mendata penerima Program Indonesia Pintar [PIP] dari Pemerintah Pusat,” kata Ery, Ahad (11/8/2024).
Beasiswa Pendidikan ini diberikan untuk meng-cover pelajar miskin yang belum mendapatkan PIP. Adapun besarannya hampir sama, yakni siswa SMP dapat Rp750.000, siswa SD sebesar Rp500.000 dan TK sebesar Rp200.000. “Kami memang sudah menyasar ke anak-anak TK,” katanya.
Ery menambahkan, salah satu syarat memeroleh beasiswa ini adalah keluarga miskin yang masuk dalam daftar yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati. Adapun peruntukan bisa dipergunakan memenuhi kebutuhan bersekolah seperti membeli seragam, alat tulis, sepatu dan lain sebagainya. “Intinya untuk memenuhi kebutuhan bersekolah,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan lama sekolah di Sleman sudah tinggi karena mencapai 11,01. Kendati demikian, upaya peningkatan kualitas maupun pemerataan di bidang Pendidikan terus dilakukan.
Menurut dia, banyak program yang dilakukan untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sleman seperti melalui Sembada Berbagi (Sembagi) dan Sembada Cerdas. Program ini merupakan sarana bagi guru dan sekolah untuk saling berbagi karya untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa berbasis teknologi informasi (website).
Di samping itu juga terdapat Sleman School Expo (SSE) yaitu sarana bagi warga sekolah untuk mendorong optimalisasi komunitas belajar (Kombel) guru dan mendukung aktualisasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). “Kami juga ada program melanjutkan kuliah bagi keluarga kurang mampu. Ini merupakan perencanaan jangka panjang untuk penanggulangan kemiskinan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Rabu 29 Juli 2026 didominasi cerah berawan hingga berawan. Gunungkidul menjadi satu-satunya wilayah yang diprediksi cerah sepa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Jalan Jetis-Karangsemut Bantul ditutup 29-31 Juli 2026 untuk pemasangan box culvert dan pengaspalan. Simak jadwal serta jalur alternatifnya.