Gerbang Tol Trihanggo Hadir dengan Siluet Ikonik Ratu Boko
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Aksi pelecehan di jalan kembali terjadi di wilayah Sleman. Pelaku menyasar dua orang, menggunakan modus yang sama yakni memepet korban di jalan dan melakukan aksi pelecehan.
Informasi adanya aksi pelecehan di jalan ini juga diunggah di media sosial. Dalam narasi unggahan itu disebutkan bila terjadi begal payudara di perempatan Selokan Mataram Jalan Kabupaten.
Pelaku disebut lari ke arah selatan atau ke arah Jalan Godean dan berusaha dikejar oleh warga. Sementara korban dibawa ke rumah warga terdekat.
Kanit Reskrim Polsek Gamping, Iptu Lili Mulyadi menjelaskan kejadian pelecehan seksual ini dilaporkan pada Minggu, (11/8/2024) pukul 23.50 WIB. Total ada dua perempuan yang menjadi korban pelecehan di jalan di Bulak Selokan Mataram Donokitri, RT 07 RW 15, Trihanggo, Gamping, Sleman.
Mulanya korban pertama sekitar pukul 23.00 bersama dua rekannya yang seusai membeli makan berboncengan untuk pulang. Namun dalam perjalanan pulang ketika sampai di lokasi kejadian, korban tiba-tiba dipepet orang tak dikenal.
Saat dipepet inilah, korban mendapatkan pelecehan dari pelaku. Menurut keterangan korban, pelaku mengendarai kendaraan Yamaha NMAX berwarna biru.
"Saat perjalanan pulang sesampainya di TKP tiba-tiba dipepet oleh orang tidak dikenal mengendarai sepeda jenis Yamaha NMAX Biru nomor polisi tidak diketahui kemudian melakukan pelecehan terhadap korban," jelas Lili pada Senin (12/8/2024).
Setelah melakukan aksinya, pelaku lantas kabur ke arah Jalan Kabupaten. Mendapati perlakuan tak senonoh tersebut, korban lantas meminta bantuan para warga.
BACA JUGA: Prabowo Sebut IKN Baru Bisa Optimal Jadi Ibu Kota Setelah Tiga Tahun
"Setelah melakukan aksinya pelaku kabur di Jl. Kabupaten, kemudian korban meminta tolong kepada warga yang ada di angkringan tidak jauh dari TKP," katanya.
Namun tak berselang lama, aksi pelecehan kembali terjadi di area Bulak Selokan Mataram. Modusnya sama, korban dipepet lalu pelaku melancarkan aksinya. Kejadian kedua ini hanya berselang 10 menit dari kejadian yang pertama.
"Selang 10 menit setelah kejadian pertama korban kedua yang melintas di Bulak Selokan Mataram dari arah timur ke barat, TKP sama dengan kejadian pertama merasa dibuntuti oleh seseorang, tiba-tiba dipepet kemudian melakukan pelecehan," kata Lili.
Tak tinggal diam, korban lantas mengejar pelaku dan meminta pertolongan warga. Sayangnya pelaku belum berhasil ditangkap.
"Korban kedua berusaha mengejar pelaku dan meminta tolong warga yang ada di sekitar lokasi kejadian," katanya.
Korban lantas diantar ke Polsek Gamping untuk melaporkan kejadian tersebut. Saat ini polisi berusaha memburu pelaku berbekal keterangan saksi dan korban. Polisi juga telah mengantongi ciri-ciri pelaku aksi pelecehan di jalan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Lamine Yamal menargetkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia 2026 bersama La Roja.
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Kamis (20/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000, memudahkan perjalanan dari pusat kota ke pantai.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.