69 Warga Keracunan Nasi Boks Sleman, 1 Masih Rawat Inap
Keracunan nasi boks di Mlati Sleman sebabkan 69 warga sakit, satu masih dirawat inap dan diduga akibat kontaminasi makanan.
Foto ilustrasi. Atraksi Tradisi Cing-Cing Goling di Dusun Gedangan, Gedangrejo, Karangmojo, Gunungkidul. dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa baru ada sepuluh kalurahan berstatus mandiri budaya di Gunungkidul.
Sepuluh tersebut antara lain Kalurahan Putat, Bejiharjo, Jerukwudel, Giring, Kemadang, Semin, Beji, Katongan, Ngalang, dan Semanu, Gunungkidul.
Sedangkan, ada 40 kalurahan masuk kantong budaya, dan 55 kalurahan rintisan budaya. Sisanya ada rintisan mandiri budaya dan budaya.
Kepala Disbud Gunungkidul, Chairul Agus Mantara mengatakan pembentukan kalurahan mandiri budaya merupakan kewenangan Pemda DIY.
Pemkab melalui Disbud Gunungkidul berwenang untuk mendampingi selama proses pembentukan dan setelah terbentuk.
Kalurahan dapat dikatakan berstatus mandiri budaya setelah mendapat status preneur, prima, wisata.
Dalam Pasal 3 Peraturan Gubernur (Pergub) DIY No. 93/2020 disampaikan bahwa desa/kalurahan mandiri budaya merupakan sinergi dan harmonisasi program/kegiatan desa/kalurahan budaya, desa/kalurahan wisata, desa prima dan desa preneur.
“Ketika empat gelar ini sudah tersandang, maka kalurahan dapat menjadi mandiri budaya,” kata Agus ditemui di GOR Siyono, Playen, Rabu, (14/8/2024).
BACA JUGA: Kasus Paskibraka Lepas Jilbab, Ini Respons Pemda DIY
Agus menegaskan kalurahan mandiri budaya akan menjadi bagian dari industri kebudayaan yang akan dikembangkan untuk mendongkrak perekonomian. Dengan begitu, kalurahan mandiri budaya juga berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan.
Dia memberi contoh dengan upacara adat rasulan di beberapa wilayah di Gunungkidul yang saat ini masih digelar dengan berorientasi pada kebutuhan rohani/spiritual semata.
Ke depan, Agus berharap upacara adat tersebut dapat dientertain menjadi peristiwa budaya yang menciptakan culture tourism.
Disbud, katanya menjadi salah satu penyanggaran pariwisata Gunungkidul. Melalui potensi daerah, Disbud dapat terlibat dalam mengatasi low season pariwisata.
Lebih jauh, Agus mengaku pengembangan industri budaya yang melibatkan kalurahan mandiri budaya akan digelar dilakukan pada Hari Ulang Tahun Gunungkidul pada 4 Oktober. Akan ada rangkaian kegiatan sejak awal September 2024.
“HUT Gunungkidul memang kami persiapkan sebagai luncuran bahwa inilah model-model bagaimana nanti kami mengindustrikan potensi kebudayaan di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keracunan nasi boks di Mlati Sleman sebabkan 69 warga sakit, satu masih dirawat inap dan diduga akibat kontaminasi makanan.
Ramalan zodiak 13 Mei 2026: Aries & Scorpio waspadai konflik asmara. Ada pengeluaran mendadak. Simak saran untuk 12 zodiak agar hari lebih tenang.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tampil dominan dan menang hanya 23 menit pada hari pertama Thailand Open 2026 di Bangkok.
Tanggal 13 Mei diperingati sebagai World Cocktail Day, World Fair Trade Day, dan National Apple Pie Day.
Penguatan karakter anak dinilai menjadi bekal penting untuk menghadapi perkembangan zaman yang semakin cepat
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.