Advertisement

Kolaborasi Jadi Kunci Penting Digitalisasi UMKM

Media Digital
Jum'at, 16 Agustus 2024 - 20:17 WIB
Arief Junianto
Kolaborasi Jadi Kunci Penting Digitalisasi UMKM Pj Bupati Kulonprogo, Srie Nurkyatsiwi (kiri) bersama Paniradya Pati Kaistimewan, Aris Eko Nugroho; dan Pemimpin Cabang BPD DIY Cabang Wates, Nur Afan Dwi Saputro menjadi narasumber dalam sarasehan UMKM Istimewa, UMKM Go Digital, Jumat (16/8/2024) sore. - Lugas Subarkah

Advertisement

KULONPROGO—Saat ini UMKM dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman yang serba digital. Untuk itu diperlukan kolaborasi yang bagus antara pelaku UMKM, pemerintah dan perbankan guna memperkuat digitalisasi UMKM.

Hal ini disampaikan oleh Pj Bupati Kulonprogo, Srie Nurkyatsiwi dalam sarasehan bertajuk UMKM Istimewa, UMKM Go Digital sebagai penutup rangkaian Gebyar UMKM Kulonprogo 2024 di Taman Budaya Kulonprogo, Jumat (16/8/2024) sore.

Advertisement

Menurut dia, hal terpenting dalam digitalisasi UMKM adalah kolaborasi. “Pemerintah sudah sangat luar biasa men-support masyarakat lewat Danais. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan. Tetapi ini tidak bisa tercapai tanpa partisipasi kita semua,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut dilakukan antara pelaku UMKM beserta ekosistemnya, pemerintah dan pihak terkait lainnya seperti perbankan yang bisa mendukung permodalan. “Pemerintah tidak bisa sendiri. Contoh hadir hari ini Bank BPD DIY, kita harus kolaborasi,” kata dia.

Perbankan bisa hadir dalam mendukung permodalan dan digitalisasi transaksi nontunai. Adapun pemerintah dalam hal ini Pemkab Kulonprogo maupun Pemda DIY melalui Dana Keistimewaan juga mendukung melalui platform lokapasar maupun subsidi gratis ongkir (ongkos kirim).

Untuk Kulonprogo, saat ini ratusan UMKM sudah masuk dalam marketplace BelabeliKu, di mana ASN diminta membeli produk dari situ. Selain itu, pemerintah juga turut memfasilitasi ruang promosi produk dengan mengadakan pameran.

Dia pun berpesan agar setiap fasilitasi baik dalam pemasaran maupun promosi, baik secara digital maupun dalam pameran agar selalu ada evaluasi. “Dalam event ini tidak sekadar laku berapa, tetapi ruang edukasi. Cara display-nya, kalau taplak warna-warni akan downgrade, tidak menarik,” paparnya.

Paniradya Pati Kaistimewan, Aris Eko Nugroho menuturkan dalam pemberdayaan masyarakat, ujung tombaknya Danais ada di UMKM. “Kalau di Kulonprogo produknya saja ada 1.700-an, kalau bisa dikurasi, mengakses Danais sangat bisa,” ungkapnya.

Danais, kata dia, ada alokasi untuk fasilitasi gratis ongkir sebesar Rp3,5 miliar. Anggaran ini bisa untuk semua aktivitas yang sudah dikurasi oleh Dinas Koperasi dan UKM. “Danais support-nya hampir menyentuh semua aktivitas pemberdaayaan,” ujarnya.

Namun, dia berharap agar pelaku UMKM bisa memunculkan ciri khas dari DIY pada produknya, karena itu menjadi keunikan masyarakat DIY. “Jangan lupa kita punya produk luar biasa. Ada banyak produk kita jadi warisan budaya tak benda. Di Kulonprogo ada dawet sambel. Itu keunikan kita,” kata dia.

Pemimpin Cabang BPD DIY Cabang Wates, Nur Afan Dwi Saputro menyampaikan dalam 5-10 tahun mendatang transaksi digital akan semakin masif. UMKM pun harus beradaptasi. Maka BPD DIY pun senantiasa mengedukasi UMKM untuk Go Digital.

Walaupun saat ini sudah ada banyak UMKM yang menggunakan QRIS, sayangnya banyak yang tidak aktif. Di BPD DIY Cabang Wates, dari 21.494 merchant yang menggunakan QRIS, hanya 4,29% atau 923 aktif bertransaksi menggunakan QRIS. “Kami mengapresiasi dengan transaksi volume terbanyak diberi hadiah. Ini salah satu upaya mendorong UMKM lebih meningkatkan transaksi nontunai. UMKM kelemahannya adalah dalam pencatatan. Nah benefitnya dengan digitalisasi, otomatis UMKM memiliki record data,” paparnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo, Iffah Mufidati, mengatakan dalam BelabeliKu, saat ini sudah terdaftar 256 UMKM dengan 1.700 produk. “Terdiri dari makanan, minuman, pakaian, kerajinan, bahan pokok penting lokal seperti beras, tepung, kecap, gula jawa, telur, hasil pertanian,” ungkapnya.

Seluruh ASN diminta membuat akun di belabeliKu untuk membeli produk dari para UMKM yang terdaftar. “Dari komitmen belanja realisasinya pada April tercapai 18,40 persen, selanjutnya Juni 16,33 persen, Juli 27 persen. Agustus tanggal 16 sudah mencapai 16 persen. Kami targetkan 30-50 persen,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jumat Agung, Paus Leo XIV Memikul Salib saat Jalan Salib di Roma

Jumat Agung, Paus Leo XIV Memikul Salib saat Jalan Salib di Roma

News
| Sabtu, 04 April 2026, 19:12 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement