Wales vs Norwegia: Haaland Jadi Ancaman di Cardiff
Prediksi Wales vs Norwegia di Nations League 2026/2027. Haaland menjadi ancaman saat The Dragons memburu poin pertama di Cardiff.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, BANTUL—Rencana pembangunan workshop pengelolaan sampah di Kalurahan Guwosari, Pajangan, Bantul dipastikan mulai berjalan. Saat ini, pembangunan workshop tersebut telah masuk dalam tahap awal lelang proyek dan telah diumumkan melalui lama lpse.bantulkab.go.id dengan pagu anggaran senilai Rp836,9 juta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho membenarkan terkait dengan telah masuknya tahap awal pembangunan workshop di atas tanah Sultan Ground yang sebelumnya digunakan untuk proyek pengolahan campuran aspal atau Asphalt Mixing Plant (AMP) di Dusun Bungsing, Guwosari, Pajangan.
BACA JUGA : Perusahaan Asal Klaten Mau Bantu Olah Sampah di Bantul Jadi Bahan Bangunan
Pemkab memanfaatkan tanah kosong dan tidak dipergunakan untuk proyek pengolahan campuran aspal tersebut untuk membangun workshop pengolahan dari abu sisa pembakaran TPST Modalan menjadi bahan bangunan.
Hal ini seiring dengan rencana masuknya investor asal Klaten yang akan membantu pengolahan sampah berupa abu dari TPST Modalan menjadi bahan bangunan.
"Jadi untuk kaitannya dengan investor dari Klaten, saat ini kami masih proses penjajakan. Karena ada beberapa yang masih harus dilalui. Harapannya, workshop ini nanti akan menampung residu dari TPST Modalan. Karenakan TPST Modalan ini pakai sistem insenerator, jadi residunya nanti masih ada dan dalam bentuk abu," kata Bambang, Selasa (20/8/2024).
Menurut Bambang, keberadaan abu sisa pembakaran di TPST Modalan tersebut harus diantisipasi, agar ke depan tidak berdampak kepada lingkungan sekitar. Sehingga keberadaan workshop dan kerja sama dengan investor asal Klaten tersebut akan mampu meminimalisasi dampak yang ditimbulkan kepada lingkungan saat TPST Modalan dioperasionalkan.
"Mudah-mudahan pembangunannya [workshop dan TPST Modalan] sesuai dengan target waktu. Karena memang tidak mudah untuk mencari lokasi untuk mengakomodir residu tersebut," papar Bambang.
BACA JUGA : Bantul Tetap Butuh TPSS hingga Akhir 2024, Ini Alasannya
Lurah Guwosari Masduki Rahmad mengatakan, jika sampai saat ini belum mengetahui terkait dengan rencana pembangunan workshop pengelolaan sampah di wilayahnya. Oleh karena itu , dirinya belum bisa berkomentar banyak.
Meski demikian, ia berharap Pemkab Bantul segera memberikan kejelasan terkait dengan pembangunan workshop tersebut, agar nantinya pemerintah kalurahan bisa memberikan sosialisasi kepada warga terkait dengan keberadaan workshop tersebut. "Karena sampai saat ini, kami memang belum mengetahuinya," ucap Masduki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prediksi Wales vs Norwegia di Nations League 2026/2027. Haaland menjadi ancaman saat The Dragons memburu poin pertama di Cardiff.
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Kualitas tidur berperan penting menjaga kesehatan otak. Kurang tidur dapat memengaruhi memori, konsentrasi hingga fungsi kognitif.
Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V pada 14–17 Oktober 2026 di Makassar
Presiden Prabowo menunjuk Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria pada 1 Oktober 2026 setelah sebelumnya menjabat Wakapolri.
Kabut asap menurunkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi. Enam penerbangan mengalami keterlambatan hingga pukul 11.00 WIB.