Advertisement
Layanan Kelompok Rentan Diperluas, Kemenag Kulonprogo Sasar Lansia
Suasana Bimtek pelayanan inklusif untuk kelompok lansiayang dilakukan Kemenag Kulonprogo terhadap jajaran pegawainya.
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO–Kantor Kemenag Kulonprogo memperluas cakupan layanan inklusif, terutama ke kelompok rentan terutama lansia. Sebelumnya layanan inklusif fokus ke kelompok difabel.
Perluasan ini dilakukan untuk menguatkan program Layanan Efektif untuk Kelompok Rentan Kankemenag Kulonprogo (Lenteraku). Melalui bimbingan teknis (bimtek) pegawainya, Kemenag menggandeng Yayasan Indonesia Ramah Lansia (IRL) Cabang Yogyakarta untuk memberikan pemahaman dan praktik komprehensif dalam memenuhi dan menangani hak-hak lansia.
Advertisement
BACA JUGA: Penjelasan Kemenag Soal 3.503 Jemaah Haji Khusus yang Berangkat Tanpa Antre pada 2024
Direktur IRL Yogyakarta, Dwi Endah Kurniasih menjelaskan bekal utama pegawai pemerintahan untuk dapat menangani lansia adalah mental melayani dan memahami karakteristik lansia. Ia menyebut lansia memiliki banyak hambatan dibanding kelompok masyarakat lainnya terutama dalam hal kesehatan.
Endah menerangkan kondisi lansia umumnya memiliki daya ingat yang rendah, fisiknya tak seimbang, Â mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran, hingga cenderung mengurung diri. "Kondisi umumnya seperti itu, tapi perlu digarisbawahi setiap lansia punya keunikan dan tatanganya sendiri sehingga juga mesti disesuaikan dan diajak partisipasi dalam komunikasinya," paparnya.
Komunikasi yang partisipatif ini penting, menurut Endah, untuk memberikan ruang kemandirian bagi lansia terutama untuk memberdayakannya. "Jangan juga dianggap lemah, tidak bisa mengambil keputusan, dan lainnya, mereka juga perlu dihargai," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Kemenag Kulonprogo, Wahib Jamil menerangkan Bimtek tersebut bagian dari upayanya untuk memahami kelompok rentan dan mencari bentuk layanan yang tepat. "Agar dalam praktik yang dilakukan pegawai kami sesuai dengan yang dibutuhkan dan tetap inklusif," jelasnya.
Wahib menyebut pelatihan ini bentuk komitmen Kemenag Kulonprogo yang ingin terus inklusif terhadap semua kelompok masyarakat. "Evaluasi juga akan terus kami lakukan agar dalam kenyataannya yang sehari-hari dihadapi pegawai kami juga dapat disesuaikan dengan prinsip inklusivitas, kedepan juga akan diperluas cakupannya," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Viral Anggaran EO MBG Rp113 Miliar Dijawab BGN, Ini Alasannya
Advertisement
Glamping DeLoano Menoreh Dibuka Lagi, Sensasi Menginap di Hutan Pinus
Advertisement
Berita Populer
- DPRD Jogja Gelar Penghormatan Terakhir untuk Adrian Subagyo
- Forum UMKM Kulonprogo Dibentuk, Fokus Digitalisasi dan Kolaborasi
- Harlah Muslimat NU, Sultan Tekankan Peran Ibu Bangun Bangsa
- Jadwal KRL Solo-Jogja 13 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
- Jadwal KRL Jogja-Solo 13 April 2026, Berangkat dari Tugu ke Palur
Advertisement
Advertisement





