Soal MBG dan Risiko Keracunan, Pemkab Gunungkidul Hanya Monitoring
Pemkab Gunungkidul menegaskan tidak berwenang memberi sanksi kepada SPPG dalam program MBG karena seluruh pengelolaan berada di BGN.
Dua orang warga melihat air di Selokan Mataram yang mengering karena kebijakan penutupan sementara. Foto diambil di Kalurahan Margokaton, Seyegan pada 13 Agustus 2024. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Jaringan irigasi di Selokan Mataram bakal dimatikan selama 1,5 bulan. Rencananya penghentian operasional ini untuk pemeliharaan rutin serta pengecekan terkait dengan adanya potensi kerusakan.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Syahril mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi lintas sektor yang melibatkan Pemerintah DIY, Pemkab Sleman, Bantul, Kulonprogo, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga kelompok tani terkait dengan kebijakan pemeliharan Selokan Mataram pada 31 Juli 2024.
BACA JUGA: Aliran Selokan Mataram Mulai Dibuka Besok Pagi, Debit Air Sengaja Dibikin Kecil
Adapun hasilnya ada kesepakatan untuk mematikan sementara operasional saluran. “Rencananya dimatikan sementara mulai 16 Oktober hingga 2 Desember 2024,” kata Syahril saat dihubungi, Kamis (12/9/2024).
Menurut dia, kebijakan mematikan sementara saluran irigasi tidak hanya terjadi di Selokan Mataram. Pasalnya, Selokan Van Der Wijk yang berfungsi mengairi lahan pertanian di sisi barat DIY juga akan dimatikan.
“Malahan lebih awal karena akan dimatikan mulai 1-31 Oktober 2024,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, kebijakan mematikan kedua saluran untuk pemeliharaan rutin. Terlebih lagi, sambung Syahril, di 2023, kedua saluran juga mengalami perbaikan skala besar sehingga butuh pengecekan guna memastikan tidak ada kerusakan.
“Kalau tidak ada airnya bisa dilakukan pengecekan secara menyeluruh. Jadi, saat ada kerusakan dapat langsung diperbaiki sehingga asat dioperasikan kembali berfungsi dengan normal,” katanya.
Ditambahkan dia, kebijakan mematikan sementara juga sudah melalui kajian serta persetujuan dari sejumlah pihak yang tertuang dalam berita acara. Syahril menyakini kebijakan ini tidak akan memberikan dampak karena diperkirakan saat selokan dimatikan sudah mulai turun hujan.
“Mudah-mudahan semua lancar dan tidak ada kendala,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan tembusan berkaitan dengan kebijakan pematian sementara Selokan Mataram dan Van Der Wijck. Ia berharap kebijakan tersebut tidak mengganggu pasokan air di Masyarakat seperti yang terjadi saat perbaikan di 2023.
“Tapi kami juga tetap waspada untuk memberikan bantuan air bagi Masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Senada diungkapkan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Siti Rochayah. Ia berharap penghentian oeprasional tidak mengganggu area pertanian yang ada di sekitar aliran kedua selokan.
“Untuk dampaknya belum bisa diperkirakan. Tapi, mudah-mudahan sudah hujan sehingga tidak berdampak ke area pertanian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menegaskan tidak berwenang memberi sanksi kepada SPPG dalam program MBG karena seluruh pengelolaan berada di BGN.
Elkan Baggott resmi masuk skuad Millwall untuk Championship 2026/2027. Bek Timnas Indonesia akan mengenakan nomor punggung 12 usai direkrut dari Ipswich Town.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan Marc Marquez dan Ducati masih menjadi ancaman besar dalam perebutan gelar MotoGP 2026 meski Jorge Martin memimpin k
Media Vietnam Soha menyoroti kemerosotan karier pemain naturalisasi Timnas Indonesia usai meninggalkan Eropa. Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, hingga Marselino
Pameran Fotografi Rana Budaya #4 bertajuk FYP (For Your People) di TBY, Kota Jogja, yang telah dibuka pada Jumat (14/8/2026) sore hingga 23 Agustus mendatang
Harga tiket pesawat ke Jepang diprediksi lebih murah mulai September 2026. ANA dan JAL turunkan biaya tambahan bahan bakar jadi Rp3,69 juta, lebih hemat Rp1,4 j