11 Bayi Dievakuasi dari Rumah di Pakem, Diduga Titipan Mahasiswi
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Ilustrasi hujan./ stockcake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul mengeluarkan surat Kepala DPP No. 500.6.4/1523 tertanggal 13 September 2024 tentang Persiapan Musim Tanam 2024/2025. Surat tersebut berisi imbau agar petani bersiap menghadapi musim tanam.
Sekretaris DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan apabila mendasarkan pada prakiraan BMKG, musim hujan diperkirakan mulai pada Oktober 2024 dengan curah hujan 150 milimeter (mm).
Lima langkah yang perlu dilakukan petani yaitu petani perlu segera memanen sisa ubi kayu yang belum dipanen agar tidak terkena air hujan. Tanah yang tersebut lalu harus segera diolah untuk mempersiapkan musim tanam.
Pengolahan dilakukan sebagaimana mestinya menggunakan bantuan mesin pertanian dan menggunakan pupuk kandang atau kompos sebagai pupuk dasar.
Petani juga perlu segera menebus pupuk bersubsidi sesuai kuota agar tidak terjadi penumpukan permintaan penebusan yang mengakibatkan kesulitan pengangkutan (transportasi) dan pelayanan penebusan.
Dalam pengolahan lahan dan persiapan tanam, petani perlu terus memperhatikan informasi cuaca dan iklim dari BMKG yang mudah untuk diakses guna kepentingan budidaya pertanian.
Terakhir, petani harus selalu berkoordinasi dengan petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kelompok tani masing-masing.
Sub Koordinator Substansi Sarana Prasarana Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Yatimah mengatakan serapan pupuk bersubsi jenis urea hingga Agustus 2024 telah tersalur 3.032,032 ton dari alokasi 21.179 ton atau terserap 14%. Sementara, pupuk NPK telah tersalur 3.122,109 ton dari kuota 17.251 ton atau 18%.
Kata dia, serapan pupuk paling tinggi terjadi saat ada pertanaman padi dan palawija di bulan Oktober dan November. Meski begitu, dia mengharapkan serapan pupuk mulai gencar pada September 2024.
Sub Koordinator Substansi Produksi Tanaman Pangan DPP Gunungkidul, Danang Sutopo mengatakan pertanaman ubi kayu sudah dipanen sekitar 32.000 hektar (ha) sampai dengan akhir bulan Agustus 2024 apabila mengacu pada laporan petugas data pertanian kapanewon. Dengan begitu, masih ada sekitar 11.000 ha pada September 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.