Kasus Bayi Dibuang di Semin Terungkap dari Ceceran Darah, Begini Kronologinya
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Foto ilustrasi hujan- Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman mulai mempersipakan peralatan kebencanaan untuk menghadapi musim hujan yang mulai turun di akhir tahun ini. Selain menyiagakan personel, juga dilakukan pengecekan terhadap peralatan yang dimiliki.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman, Sugiyanto mengatakan musim hujan sebentar lagi datang sehingga dilakukan persiapan untuk antisipasi terjadinya bencana. Oleh karenanya itu, pihaknya telah melakukan kesiapan dengan memeriksa seluruh peralatan kebencanaan yang dimiliki.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen BPBD Sleman untuk menjaga kesiapan peralatan dan menghindari kendala teknis saat penanggulangan bencana.
Dengan langkah ini, dapat terus memperkuat respons bencana yang cepat, efektif, dan tepat sasaran demi keselamatan dan keamanan masyarakat di wilayah Sleman. “Kami juga menyiagakan personel untuk membantu Masyarakat pada saat dibutuhkan,” kata Giyanto, Senin (8/10/2024).
Dia menjelaskan, untuk armada kendaraan dilakukan pengecekan ke bengkel guna pergantian oli dan lainnya. Selain itu, juga ada pengecekan terhadap gergaji mesin dan genset untuk memastikan berfungsi dengan baik.
Tim petugas melakukan pemeriksaan mendetail terhadap kondisi mesin, kelancaran bahan bakar, serta kelengkapan komponen alat lainnya. Genset yang terpasang di kendaraan operasional juga menjadi salah satu fokus utama, memastikan keandalan pasokan listrik di lapangan.
“Petugas melakukan pengujian terhadap setiap alat, memastikan semuanya siap digunakan kapan saja untuk membantu pada saat terjadi bencana,” katanya.
Kesiapsiagaan peralatan ini untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi pada musim hujan. Alat-alat tersebut meliputi mesin gergaji untuk menangani pohon tumbang, pompa air untuk mengatasi banjir, dan genset untuk menghadapi pemadaman listrik. “Berfungsi dengan baik dan siap digunakan kapan saja,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, upaya mitigasi bencana perlu dilakukan agar saat terjadi peristiwa, dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin.
Menurut dia, adanya pemeriksaan rutin terhadap peralatan yang dimiliki merupakan bentuk kesiapsiagaan menghadapi terjadinya bencana saat hujan. “Di musim hujan, potensi bencana lebih tinggi. Sehingga harus dipersiapkan mulai dari sekarang,” katanya.
Disinggung mengenai dampak dari musim kemarau, ia mengakui hingga akan adanya pergantian musim, di Kabupaten Sleman masih aman terkendali. Meski telah menyiapkan bantuan droping air, namun hingga sekarang belum ada yang mengajukan permintaan bantuan. “Masih aman dan sudah kami siapkan. Tapi, hingga saaat ini belum ada yang meminta bantuan air bersih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Sering sulit tidur? Kenali 7 kebiasaan yang bisa mengganggu kualitas tidur, mulai dari makan larut hingga konsumsi kopi.
KAI memfokuskan penanganan 1.810 pelintasan kereta tanpa penjagaan. Sebanyak 172 perlintasan telah ditutup sepanjang 2026.
Polisi menyelidiki penembakan tiga kendaraan konvoi Freeport di Mile Point 60. Tak ada korban jiwa, enam serpihan logam ditemukan.
Desil Timbul tukang becak di Kulonprogo akhirnya berubah dari 9 menjadi 3, tetapi anaknya masih kesulitan mengakses KIP Kuliah.
Bali United menang 2-1 atas PSS Sleman pada laga perdana BRI Super League 2026-2027. Dua gol tuan rumah dianulir VAR.