Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Tumpukan sampah di trotoar jembatan Juminahan meluber ke bahu jalan, Selasa (15/10/2024)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Tumpukan sampah liar terus muncul dan hilang di Kota Jogja. Yang terbaru muncul sampah liar di pinggir jalan di Jembatan Juminahan, Suryatmajan, Danurejan, Kota Jogja. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja sudah mendapat laporan ini dan menindaklanjutinya.
Dari pantauan harianjogja.com Selasa (15/10/2024), tumpukan sampah tersebut lumayan banyak, memenuhi satu titik trotoar hingga meluber ke bahu jalan.
Hal ini menyebabkan pejalan kaki terhalang ketika hendak lewat dan membahayakan kendaraan bermotor yang melintas.
Bau menyengat timbul akibat tumpukan sampah ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tumpukan sampah tersebut sudah muncul dalam beberapa hari terakhir. Dari yang awalnya hanya sedikit, lama-lama menjadi cukup banyak.
Ketua Tim Kerja Operasional Penanganan Persampahan DLH Kota Jogja, Riyanto, mengaku jawatannya telah mengangkut sampah liar setiap hari, namun tetap muncul kembali. “Pengakutan dari DLH Kota Jogja. Setiap pagi kami ambil,” ujarnya.
Maka untuk mengantisipasi munculnya lagi atau bertambahnya sampah liar di lokasi tersebut, ia telah berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Jogja agar menindak orang yang membuang sampah sembarangan. “Ini tahap kita sampaikan ke Satpol PP agar ada penertiban berkaitan pembuangan sampah liar,” katanya.
BACA JUGA: Pemda DIY Sepakat Bahas Kajian Tarif dan Regulasi Layanan Bareng Pengemudi Ojol
Anggota Forum Pengamat Independen (Forpi) Kota Jogja, Baharuddin Kamba, meminta DLH Kota Jogja untuk segera mengangkut sampah-sampah yang menumpuk di jembatan tersebut. “Jika tidak segera diangkut, selain menimbulkan bau tak sedap juga mengganggu para pejalan kaki yang melintasi jalan tersebut,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga melihat perlu ada tindakan preventif, misalnya perlu ada petugas seperti Linmas yang merupakan warga setempat untuk berjaga-jaga di lokasi tersebut.
“Banner larangan membuang sampah perlu diperbanyak. Jika diperlukan tindakan yustisi seperti sebelumnya ditingkatkan lagi. Harapannya dapat memberikan efek jera,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menghadapi pasangan India pada final Thailand Open 2026 setelah tampil impresif tanpa kehilangan gim.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.