Tarif Trans Jogja 2026 Mulai Rp500, Ini Daftar Rutenya Hari Ini
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Foto ilustrasi evakuasi sarang tawon. - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mengingatkan warga di Bumi Projotamansari untuk mewaspadai keberadaan tawon baik jenis vespa maupun gung, menyusul adanya peralihan musim.
Pasalnya, dengan adanya peralihan musim, akan membuat koloni tawon berpindah dari kawasan liar dan membuat sarang di pemukiman warga.
"Kami minta warga untuk terus mewaspadai. Apalagi saat ini sudah mulai ada hujan. Biasanya koloni tawon akan berpindah dari tempat liar dan membuat sarang di tempat yang sekiranya nyaman, seperti di rumah," kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Bantul Irawan Kurnianto, Jumat (25/10/2024).
Bagi warga yang sudah menemukan embrio sarang tawon di pemukimannya, menurut Irawan, sebaiknya menghubungi Damkarmat BPBD Bantul. Sebab, jika dibiarkan, nantinya sarang tawon akan membesar dan membahayakan penghuni rumah.
BACA JUGA: Bawaslu Bantul Beri Perlindungan Kerja kepada Pengawas Pilkada
Selain itu, dengan melaporkan keberadaan embrio sarang tawon, kata Irawan, akan mencegah peristiwa meninggalnya orang akibat tersengat tawon.
Pasalnya, pada awal Maret lalu, ada seorang lansia di Pleret meninggal dunia akibat tersengat puluhan tawon gung saat memperbaiki genteng rumahnya.
Damkarmat BPBD Bantul, jelas Irawan juga telah siap menindaklanjuti laporan warga untuk evakuasi sarang tawon yang ada di rumah mereka. Hal ini dikarenakan, Damkarmat Bantul telah memiliki satu regu yang disiapkan khusus melakukan penanganan tawon.
"Nanti petugas kami yang akan mengevakuasi. Biasanya memang evakuasi dilakukan pada malam hari, karena di waktu tersebut adalah waktu yang pas untuk melakukan evakuasi," jelas Irawan.
Sementara disinggung mengenai jumlah penananganan sarang tawon di 2024, Irawan memaparkan sampai 24 Oktober 2024, ada sebanyak 417 titik yang telah tertangani. Adapun perinciannya, di bulan Januari ada 117 titik, Februari ada 78 titik, Maret ada 83 titik, April ada 40 titik, Mei ada 38 titik, Juni ada 16 titik, Juli ada 16 titik, Agustus ada 14 titik, dan September ada 11 titik.
"Lalu di bulan ini sampai kemarin ada empat titik yang kami tangani. Mayoritas jenis tawon yang kami tangani tersebut adalah tawon vespa," kata Irawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Google menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menghapus watermark pada gambar, video, dan musik hasil kreasi AI Gemini.
Korban gempa M7,7 di Nagekeo, NTT bertambah menjadi 38 jiwa. Ribuan warga mengungsi, bandara, pelabuhan, dan fasilitas kesehatan terdampak.
Gempa M7,7 di Flores, NTT, menyebabkan 200 BTS mengalami gangguan di 10 kabupaten/kota. Komdigi bersama operator seluler melakukan pemulihan jaringan.
Menganggur bukan berarti keuangan harus berantakan. Simak 8 cara menghemat pengeluaran agar uang bertahan lebih lama saat belum memiliki pemasukan.
Nasib 5 pembalap MotoGP 2027 masih tanda tanya. Binder dan Morbidelli dikaitkan dengan WSBK, Miller pasti pergi, Rins cari jalan, Viñales paling galau. Simak se