KDMP Gunungkidul Dibangun di 30 Titik, Ini Persoalan di Lapangan
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Tangkapan layar aksi pembuangan sampah sembarangan di salah satu titik yang dipasangi kamera CCTV di kawasan Ringroad Selatan, Bantul belum lama ini. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL – Meski sejumlah kamera CCTV telah dipasang di berbagai titik rawan pembuangan sampah liar utamanya di kawasan Ringroad Selatan, Pemkab Bantul masih menemukan warga yang membuang sampah sembarangan.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bantul menyatakan bahwa hasil rekaman masih menunjukkan adanya pelanggaran meski tidak signifikan. "Yang terekam itu belum banyak, mungkin karena tahu ada CCTV. Intinya belum signifikan yang terekam," ujar Kepala Diskominfo Bantul, Bobot Ariffi Aidin, Jumat (20/6/2025).
BACA JUGA: Lima Orang Kena Denda Jutaan Akibat Buang Sampah Sembarangan di Sleman
Bobot mencatat jumlah pelanggar yang terekam CCTV kurang dari 10 orang, tapi hampir semua titik yang dipasangi kamera tetap menunjukkan adanya aktivitas pembuangan sampah liar. “Di semua titik mungkin sekitar lima, yang jelas semua titik ada,” ujarnya.
Terkait video pelanggar yang diblur wajahnya saat dipublikasikan di akun sosial media Pemkab Bantul, Bobot menjelaskan bahwa hal itu dilakukan sebagai bentuk peringatan awal. "Yang diunggah dan diblur itu bertahap. Jadi belum langsung diviralkan, kami lihat dulu apakah masih membuang sampah lagi atau tidak," jelasnya.
Jika pelanggaran terus terjadi, Pemkab akan mempertimbangkan langkah lanjutan. “Kalau masih membuang, tindak lanjutnya akan dibahas. Tujuannya memang untuk mengurangi pembuangan sampah liar,” tambah Bobot.
Kepala Satpol PP Bantul Jati Bayu Broto menyatakan, pihaknya tengah mempelajari pola pembuangan dari hasil rekaman CCTV. Tujuannya, untuk menyiapkan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pelaku.
“Setelah kami cermati hasil tangkapan CCTV, akan kami pelajari polanya untuk menentukan OTT,” kata Jati.
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho menekankan pentingnya pengawasan berbasis teknologi sebagai bagian dari pendekatan komprehensif dalam menangani sampah.
“Edukasi sudah dilakukan, Satpol PP digerakkan, dan sekarang kami kombinasikan dengan teknologi untuk mendukung pengawasan di lapangan,” ujarnya.
DLH mencatat kebutuhan minimal 15 titik kamera pengawas di kawasan Ring Road Selatan, tapi saat ini baru tersedia enam titik yang dipasang dengan dukungan Diskominfo setempat.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Diskominfo. Harapannya, enam titik ini bisa berkembang jadi 15 karena banyak juga permintaan dari kalurahan untuk dipasangi kamera,” kata Bambang.
Dia menambahkan, intensitas pengangkutan sampah liar juga ditingkatkan sesuai instruksi Bupati. Jika sebelumnya hanya dua kali seminggu, kini dilakukan hampir setiap hari. Hasilnya, volume sampah liar yang diangkut turun menjadi 3–4 truk per hari, masing-masing dengan muatan sekitar 4 ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus