Advertisement
Ribuan Rokok Ilegal Disita Satpol PP Jogja dan Bea Cukai hingga Oktober 2024

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Satuan Polisi Pamong Praja(Satpol PP) Kota Jogja bersama Kantor Pengawasan Pelayanan Bea Cukai Pabean B mengamankan 3.460 batang rokok ilegal selama operasi sejak Januari sampai Oktober 2024.
Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat di Yogyakarta, Rabu, mengatakan modus operasi penjualan rokok ilegal bergeser dari warung-warung rokok eceran ke konter pulsa dan sistem "cash on delivery" (COD).
Advertisement
"Ini akan terus kami monitor dan kami antisipasi agar tidak ada lagi peredaran rokok noncukai di wilayah Kota Yogyakarta," ujar dia.
Menurut dia, penegakan cukai rokok penting karena Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang masuk ke pemerintah juga masuk ke pemerintah daerah.
Dana bagi hasil itu, ujar Octo, dimanfaatkan 50 persen untuk dukungan BPJS kesehatan, 40 persen untuk mendukung bantuan langsung tunai (BLT) bagi pekerja di pabrik pengolahan tembakau dan edukasi ke mereka, serta 10 persen dimanfaatkan untuk operasi penegakan cukai rokok di wilayah Kota Yogyakarta.
BACA JUGA: Satpol PP Bantul Masih Menemukan Ribuan Rokok Ilegal Beredar
Octo menjelaskan dalam penegakan cukai rokok ilegal di wilayah Kota Yogyakarta, Satpol PP bekerja sama dengan banyak pihak.
"Akan terus mengoptimalkan kegiatan operasi, tidak hanya menyisir di daerah perbatasan tapi juga di tengah wilayah Kota Yogyakarta," ujar dia.
Kepala Seksi Penyidikan Satpol PP Kota Yogyakarta Ahmad Hidayat menyebut selama 2024 telah mengadakan operasi gempur rokok ilegal sebanyak 10 kali.
Operasi terakhir pada 29 Oktober 2024 mendapatkan sebanyak 2.760 batang rokok ilegal. Operasi cukai rokok ilegal itu sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 72 tahun 2024 tentang penggunaan DBHCHT
"Sekarang modus operandinya bergeser. Dari yang tadinya dijual di warung-warung rokok yang eceran, sekarang kita terakhir mendapatkan malah yang menjual itu (rokok ilegal) di toko aksesoris selular atau konter pulsa," kata dia.
Menurut dia, fakta itu didapatkan setelah melalui penyelidikan selama sepekan berdasar laporan dari masyarakat.
"Penyelidikan oleh teman-teman kami di intelijen yang tidak berseragam. Kami melakukan penyelidikan selama kurang lebih satu minggu itu juga ada dasar laporan dari masyarakat," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri
Advertisement

Bosan Saat Berada di Area Jalur Tol Trans Jawa? Coba Jajal Lokasi Wisata Ini
Advertisement
Berita Populer
- Hanya Rp11.600, Berikut Jadwal Angkutan Shuttle Rute Malioboro-Parangtritis
- Jumlah Kendaraan Keluar Jogja Meningkat di H+2 Lebaran, Tempel Jadi Perbatasan Paling Sibuk
- Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini
- Lebaran, PMI DIY Imbau Warga Jangan Lupa Tetap Donor Darah Agar Stok Terjaga
- Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul
Advertisement
Advertisement