UNY dan UNNES Berebut Gelar Juara Campus League Futsal Jogja
UNY dan UNNES melaju ke final Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 setelah melewati semifinal sengit di sektor putra dan putri.
Pasangan Harda Kiswaya dan Danang Maharsa dalam debat ketiga Pilkada Sleman 2024 mengambil tema "Reformasi Birokrasi dan Pembangunan Berkelanjutan" dan disiarkan langsung TVRI Yogyakarta, Selasa (12/11/2024) malam. Ist
Harianjogja.com, SLEMAN— Pasangan calon (paslon) nomor 2 di Pilkada Sleman 2024, Harda Kiswaya dan Danang Maharsa, tegas saat memaparkan visi dan misi untuk kemaslahatan rakyat.
Hal itu ditegaskan dalam debat ketiga Pilkada Sleman 2024 mengambil tema "Reformasi Birokrasi dan Pembangunan Berkelanjutan" dan disiarkan langsung TVRI Yogyakarta, Selasa (12/11/2024) malam.
BACA JUGA: Diduga Tidak Netral, 2 Anggota KPPS di Pilkada Sleman Diganti
Harda-Danang tampil energik dan kompak, mengenakan kemeja putih serta berkopiah warna hitam. Selama tiga menit Harda menyampaikan visi dan misi secara lugas dan tegas.
Sesuai visi dan misinya, Harda Kiswaya dan Danang Maharsa memiliki program prioritas pemerintahan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta akan membangun tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) untuk menyelesaikan program sampah.
Sebelum memaparkan visi dan misi, Harda terlebih dahulu menyapa cucu Sri Sultan Hamengku Buwono X, yakni Gusthilantika Marrel Suryokusumo, yang sengaja datang untuk memberikan dukungan. "Kami memiliki visi mewujudkan masyarakat Kabupaten Sleman yang maju, adil dan makmur, lestari, serta berkeadaban," katanya.
Untuk misi, Harda ingin mewujudkan reformasi birokrasi bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme. "Kami juga menjunjung tinggi penegakan hukum dan menjamin hak-hak rkayat, meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, guna menjamin pembangunan berkelanjutan serta berkeadilan, " urainya.
Harda-Danang menjamin pula akses kesehatan yang adil dan pelestarian hidup berkelanjutan. "Kami pun menjunjung kebudayaan dalam semangat kebhinekaan toleransi dan keistimewaan DIY" imbuhnya.
Untuk program prioritas, Harda Kiswaya dan Danang Maharsa akan menciptakan sistem pemerintahan cerdas melayani dan bebas KKN. "Menciptakan sistem pemerintahan yang transparan, bersih, dan bertanggung jawab, serta memudahkan layanan perizinan melalui Sleman Maju," sambung Harda.
Untuk kewenangan yang bersifat teknis, ia akan mendelegasikan ke dinas, badan, atau lembaga untuk mempercepat layanan. "Kemudian, Sleman harus tuntas sampah dengan menjalin kolaborasi antara pemerintah daerah, kalurahan, dan masyarakat. Tak cukup, kami rancang sistem darurat sampah dengan membangun TPST," tutur Harda.
Bahkan, Harda-Danang akan mendorong BUMKal untuk melakukan kerja sama dengan pihak swasta dalam pengolahan sampah. "Kemudian, supaya Sleman ayem dan tentrem, kami akan pasang CCTV di tempat rawan dan stretegis guna mencegah kecelakaan, kejahatan, dan kemacetan," papar Harda.
Menurutnya, pemasangan lampu penerangan jalan umum akan menjamin ketenteraman dan keamanan di Kabupaten Sleman," tutup Harda Kiswaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UNY dan UNNES melaju ke final Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 setelah melewati semifinal sengit di sektor putra dan putri.
Pemkab Kulonprogo menargetkan 1.554 kasus pertanahan tuntas pada 2029 demi kepastian hukum warga dan mendorong investasi.
Helikopter Mi-17V5 mengalami kecelakaan saat pemadaman karhutla di Seruyan, Kalteng. Satu personel meninggal dan proses evakuasi berlangsung.
BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan se-DIY memperkuat koordinasi untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan melindungi pekerja.
Nusron Wahid menjalani pemeriksaan KPK selama lima jam dan menegaskan perjalanan ke luar negeri telah mendapat persetujuan Kemensetneg.
Mabes Polri memastikan soliditas internal tetap terjaga setelah Listyo Sigit dan dua jenderal ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan.