Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Sejumlah pepohonan tumbang akibat hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Mlati, Sleman, Sabtu (16/11/2024). Ist/bpbdsleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah pepohonan tumbang akibat hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Mlati, Sleman, Sabtu (16/11/2024).
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengatakan hembusan angin kencang yang melanda beberapa titik di wilayah Sleman menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Seperti di jalan Selokan Mataram No.76, Kutu Dukuh, Sinduadi. "Pohon tumbang menimpa jaringan listrik. Sudah dilakukan evakuasi," katanya.
BACA JUGA: Angin Kencang di Gunungkidul Berdampak pada Kerusakan di 14 Titik Lokasi
Selain itu, tiga buah baliho di jalan Monjali Kutu Dukuh, Sinduadi roboh menimpa jaringan listrik. Hingga kini masih dilakukan assesmen. Kencangnya angin juga membuat atap rumah warga di Pogung Kidul Sinduadi, terbang menimpa mobil.
"Di Kutu Dukuh, Sinduadi, juga tercatat pohon tumbang di pinggir selokan mataram. Ada juga pohon yang tumbang menimpa jaringan listrik dan menutup akses jalan. Total ada 17 titik pohon yang tumbang di Sinduadi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
BPHTB Sleman baru Rp182,92 miliar atau 45,73% dari target Rp400 miliar. Komisi B menggandeng BPN mengejar penerimaan.
Toyota Hiace menabrak truk di Tol Pemalang KM 306. Dua penumpang mengalami kaki terjepit dan dievakuasi tim SAR.
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Basarnas Banda Aceh membagi empat tim untuk mencari Ho Wee Han, wisatawan Malaysia yang hilang saat menyelam di perairan Sabang.
Kelok 23 masih uji coba hingga 20 September 2026. Evaluasi 21 September menentukan kelayakan jalan sebelum dibuka untuk umum.