Advertisement
Hadapi Cuaca Ekstrem, Nelayan di Bantul Tidak Melaut dan Pengelola Wisata di Pinggir Sungai Memilih Tutup
Nelayan di Pantai Depok, Bantul - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah berdampak kepada para nelayan di Pantai Selatan Bantul dan pengelola objek wisata yang ada di tepi sungai. Para nelayan memilih untuk tidak melaut, sedangkan pengelola objek wisata di tepi sungai di Bantul memilih menutup objek wisatanya.
Salah satu nelayan di Pantai Depok, Mistok mengaku awalnya hendak ingin melaut. Namun, karena adanya gelombang tinggi hingga 4 meter di Samudera Hindia maka niatan itu dibatalkan.
Advertisement
BACA JUGA: Jaringan Air Pabrik Es Balok Portabel di Girikarto Sudah Tersambung
“Gelombangnya lagi tinggi ditambah ada hujan, jadi saya dan nelayan di sini tidak jadi melaut. Risikonya tinggi,” kata pria berusia 52 tahun tersebut, Selasa (10/12/2024).
Hal sama juga diungkapkan oleh Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah IV, Bantul, Nugroho. Ia menuturkan jika hari ini tidak ada satupun nelayan di Pantai Samas sampai di Pantai Baru yang melaut.
“Karena kan gelombang tinggi. Nelayan banyak yang enggak jadi melaut. Jika mereka nekat, bisa membahayakan jiwa mereka,” ungkap Nugroho.
Sementara Lurah Sriharjo, Imogiri, Titik Istiyawatun Khasanah memastikan dua objek wisata yang ada di pinggir Sungai Oya, yakni Ngepohsari dan Padusan Banyu Bening sementara waktu ini tutup. Sebab, pengelola dua objek wisata tersebut tidak mau ambil risiko dengan tetap membuka objek wisata dan menerima pengunjung.
“Jadi jika airnya sudah keruh, pasti tutup. Sejauh ini dua objek wisata itu tutup demi keselamatan wisatawan. Hanya kuliner saja yang buka,” jelas Titik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Urusi Atap Rumah, Prabowo Ingin Dua Tahun Indonesia Bebas Seng
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Polres Bantul Gelar Operasi Keselamatan Progo 2026, Catat Tanggalnya
- Siaran Piala Dunia 2026 Didorong Jadi Penggerak Optimisme Warga DIY
- Serapan Danais DIY 2025 Tembus 98 Persen, Kebudayaan Tertinggi
- Gunungkidul Anggarkan Rp588 Miliar Tekan Kemiskinan di 2026
- Terungkap, Pembunuhan di Parangtritis Dipicu Sengketa Bisnis Umrah
Advertisement
Advertisement



