Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Warga Kota Jogja mengantre membuang sampah di Depo Sampah Mandala Krida Jogja, Selasa (21/5/2024) pagi. /Harian Jogja-Sugeng Pranyoto.
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD Kota Jogja terus mendorong Pemkot Jogja untuk serius menangani sampah. Dengan total alokasi APBD mencapai Rp56,8 miliar, diharapkan dapat menyelesaikan persoalan sampah di kota Jogja.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja, Agus Tri Haryono, menjelaskan total anggaran penanganan sampah dalam APBD 2024 yakni Rp56,8 miliar. “Lebih besar dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya, Rabu (11/12/2024).
Anggaran yang lebih besar ini juga didukung oleh anggaran tambahan yang diusulkan DPRD Kota Jogja sebesar RP16 miliar. Diharapkan dengan tambahan anggaran ini, penanganan sampah di Kota Jogja bisa lebih maksimal.
Wakil Ketua DPRD Kota Jogja, Sinarbiyat Nujanat, menuturkan penanganan sampah menjadi salah satu prioritas belanja APBD 2025. “DPRD melalui badan anggaran dan komisi memberikan perhatian yang sangat serius terkait sejauh mana keseeriusan Pemkot Jogja dalam menyelesaikan problem sampah,” katanya.
Hingga saat ini, ia melihat isu sampah masih terus menjadi perbincangan di masyarakat karena belum terselesaikan dengan baik. “DPRD Kota Jogja sangat berharap di tahun 2025 sudah ada tada-tanda sampah di Kota Jogja dapat terselesaikan dengan tuntas,” ungkapnya.
Untuk mendukung hal tersebut, DPRD Kota Jogja memberikan tambahan alokasi sebesar RP16 miliar dalam penanganan sampah. Pihaknya juga berkomitmen untuk memantau program penanganan sampah yang dilaksanakan Pemkot Jogja.
“Tentu DPRD baik pimpinan maupun komisi yang membidangi lingkungan hidup akan melakukan monitoring sejauh mana progresss penanganan persoalan sampah di tahun 2025 secara konkret dan tuntas, tidak terjadi lagi tumpukan sampah di mana-mana,” paparnya.
Terkait dengan pergantian walikota dan wakil walikota, maka akan dilakukan penyesuaian antara visi-misi paslon dengan APBD yang sudah dirancang. “Visi-misi itu akan dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Daerah. Bagaimanapun juga persoalan sampah harus jadi skala prioritas, di samping sektor lain yang jadi visi-misi paslon terpilih,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kemenkes membangun rumah sakit lapangan di Ruteng untuk korban gempa. Fasilitas dilengkapi ruang operasi dan ditargetkan 100 tempat tidur.
Museum di Indonesia mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memperkaya pengalaman belajar sejarah. Kunjungan museum dan cagar budaya mencapai 4,32 juta pada
Kenali 8 jenis rangka motor sebelum membeli. Simak karakter setiap rangka dan tips merawatnya agar motor tetap stabil dan awet.
Big Bad Wolf Books kembali ke Jogja pada 3–13 September di JEC dengan jutaan buku dan target kenaikan pengunjung 5–7 persen.
Pemda DIY menyalurkan 40 kilogram obat-obatan melalui Tim FK-KMK UGM untuk korban bencana di Kabupaten Ngada, NTT.