DPRD Kota Jogja Dorong Keseriusan Penanganan Sampah 2025

Lugas Subarkah
Lugas Subarkah Rabu, 11 Desember 2024 17:57 WIB
DPRD Kota Jogja Dorong Keseriusan Penanganan Sampah 2025

Warga Kota Jogja mengantre membuang sampah di Depo Sampah Mandala Krida Jogja, Selasa (21/5/2024) pagi. /Harian Jogja-Sugeng Pranyoto.

Harianjogja.com, JOGJA—DPRD Kota Jogja terus mendorong Pemkot Jogja untuk serius menangani sampah. Dengan total alokasi APBD mencapai Rp56,8 miliar, diharapkan dapat menyelesaikan persoalan sampah di kota Jogja.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja, Agus Tri Haryono, menjelaskan total anggaran penanganan sampah dalam APBD 2024 yakni Rp56,8 miliar. “Lebih besar dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya, Rabu (11/12/2024).

Anggaran yang lebih besar ini juga didukung oleh anggaran tambahan yang diusulkan DPRD Kota Jogja sebesar RP16 miliar. Diharapkan dengan tambahan anggaran ini, penanganan sampah di Kota Jogja bisa lebih maksimal.

BACA JUGA: Peduli Lingkungan, BNI Turut Berkontribusi dalam Pengolahan Sampah di TPS3R Sardonoharjo Sleman

Wakil Ketua DPRD Kota Jogja, Sinarbiyat Nujanat, menuturkan penanganan sampah menjadi salah satu prioritas belanja APBD 2025. “DPRD melalui badan anggaran dan komisi memberikan perhatian yang sangat serius terkait sejauh mana keseeriusan Pemkot Jogja dalam menyelesaikan problem sampah,” katanya.

Hingga saat ini, ia melihat isu sampah masih terus menjadi perbincangan di masyarakat karena belum terselesaikan dengan baik. “DPRD Kota Jogja sangat berharap di tahun 2025 sudah ada tada-tanda sampah di Kota Jogja dapat terselesaikan dengan tuntas,” ungkapnya.

Untuk mendukung hal tersebut, DPRD Kota Jogja memberikan tambahan alokasi sebesar RP16 miliar dalam penanganan sampah. Pihaknya juga berkomitmen untuk memantau program penanganan sampah yang dilaksanakan Pemkot Jogja.

“Tentu DPRD baik pimpinan maupun komisi yang membidangi lingkungan hidup akan melakukan monitoring sejauh mana progresss penanganan persoalan sampah di tahun 2025 secara konkret dan tuntas, tidak terjadi lagi tumpukan sampah di mana-mana,” paparnya.

Terkait dengan pergantian walikota dan wakil walikota, maka akan dilakukan penyesuaian antara visi-misi paslon dengan APBD yang sudah dirancang. “Visi-misi itu akan dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Daerah. Bagaimanapun juga persoalan sampah harus jadi skala prioritas, di samping sektor lain yang jadi visi-misi paslon terpilih,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online