Sampah Visual di Jogja Harus Ditertibkan, Jangan Tunggu Laporan Warga
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Cabai rawit - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di akhir tahun harga beberapa kebutuhan pokok di Bantul kenaikan signifikan. Salah satu komoditas yang melonjak drastis adalah cabai, khususnya cabai rawit merah dan cabai rawit hijau.
Salah satu pedagang di Pasar Niten, Mariyati, mengungkapkan harga cabai rawit merah mengalami kenaikan dalam beberapa hari belakangan. Harga cabai rawit merah saat ini mencapai Rp30.000 per kilogram, atau naik dari harga sebelumnya yang mencapai Rp18.000 per kilogram.
Sementara itu, Mariyati mengaku harga cabai rawit hijau bahkan meningkat lebih tajam, dari Rp20.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram. “Cabai naik total. Biasanya enggak setinggi itu,” katanya saat ditemui di Pasar Niten, Rabu (11/12/2024).
Dia mengaku selama ini mendapatkan pasokan cabai langsung dari petani di Sanden, Bantul. Namun, kesulitan dalam kulakan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga.
“Dapat cabai sekarang gampang-gampang sulit. Tapi untungnya masih ada stok dari petani langsung,” katanya.B
BACA JUGA: Sah! Pemda DIY Umumkan Kenaikan UMP 6,5 Persen, Segini Besarannya
Sementara pedagang lainnya, Yani juga menaikkan harga jual cabai miliknya. Yani menjual cabai rawit merah dengan harga Rp35.000 per kilogram, sementara cabai rawit hijau dihargai Rp45.000 per kilogram.
Menurut Yani, harga cabai dari pemasok beberapa hari belakangan mengalami kenaikan. Dia mengaku selama ini harga beli cabai yang didapat dari petani Magelang dan Sanden naik belasan ribu.
Dia pun mengaku hanya mengambil untung sekitar seribu hingga dua ribu untuk menjual satu kilogram cabai, meski sudah menaikkan harga cabai.
“Sudah tiga hari ini harganya naik terus. Sulit juga dapat kulakan, jadi mau tidak mau harga naik,” ujarnya.
Kenaikan harga cabai tidak hanya memberatkan pedagang tetapi juga memengaruhi pola belanja konsumen. Menurut Yani, kini beberapa pelanggan mengurangi jumlah cabai yang dibeli.
“Biasanya pelanggan beli beberapa kilogram. Sekarang, banyak yang hanya beli setengah atau seperempat kilogram,” ujarnya.
Sementara salah satu pembeli, Sri Kusuma mengaku mengurangi konsumsi cabai beberapa hari belakangan.
Dia biasanya membeli sekitar setengah kilogram cabai untuk digunakan selama seminggu. Namun, kini dia hanya membeli seperempat kilogram cabai. “Harganya mahal, jadi beli sedikit saja. Ini cuma untuk [konsumsi] sehari-hari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.