Biaya BBM Naik, Dishub Gunungkidul Dapat Tambahan Dana Bus Sekolah
Pemkab Gunungkidul tambah Rp270 juta untuk bus sekolah usai kenaikan BBM dexlite yang membuat biaya operasional melonjak.
Ilustrasi Kabupaten Sleman/Star Jogja FM
Harianjogja.com, SLEMAN—Komposisi jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Sleman belum lengkap. Pasalnya, hingga sekarang masih ada jabatan enam Kepala OPD yang kosong dan hanya diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Adapun, pengisian posisi lowong itu sepertinya tidak akan dilakukan dalam waktu dekat lantaran adanya proses transisi pergantian bupati dan wakil bupati hasil Pilakda 2024.
Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto mengatakan, enam jabatan kepala OPD yang kosong terdiri dari Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Inspektur Inspektorat Daerah, Kepala Diskominfo.
Selain itu, ada Kepala Disdukcapil, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah dan Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan. Meski begitu, dia tidak menampik adanya transisi kepemimpinan bupati dalam penyelenggaraan Pilkada 2024 juga ikut memberikan pengaruh dalam pengisian. Meski demikian, Susmiarto memastikan bahwa Bupati Sleman yang menjabat saat ini dipastikan tidak akan melakukan pengisian dikarenakan waktu yang sudah mempet.
Sesuai informasi yang beredar pelantikan bupati terpilih hasil Pilkada 2024 akan dilaksanakan Februari 2025 sehingga tidak memungkinkan untuk mengisi kekosong. “Pengisian akan diserahkan ke bupati yang baru. Apalagi saat sebelum pemilihan [pilkada] Ibu Bupati [Kustini Sri Purnomo] ada kesempatan mengisi, tapi tidak dilakukan,” katanya.
Disinggung mengenai lamanya jabatan kepala OPD kosong, Susmiarto tidak memermasalahkan karena sudah diisi sementara oleh Plt. Di sisi lain, sesuai dengan ketentuan bupati terpilih baru bisa melantik atau menata pejabat setelah enam bulan dilantik.
“Tetapi, pengisian juga bisa lebih cepat asalkan mendapatkan izin dari kemendagri. Jadi, teknisnya nanti menunggu kebijakan bupati baru dan kami siap melaksanakan instruksi yang diperintahkan,” katanya.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Hanya Anggarkan Makan Siang Gratis untuk 11 Bulan, Begini Alasannya
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Sleman, Budi Pramono mengatakan, bupati sudah menunjuk pelaksana tugas. Untuk sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Tina Hastani merangkap sebagai Plt Kepala BKAD Sleman. “Untuk inspektur inspektorat daerah ditunjuk saya [Kepala BKPP] sebagai pelaksana tugasnya,” ungkapnya.
Untuk Plt Kepala Disdukcapail diemban oleh Sekda Sleman, Susmiarto dan Diskominfo diserahkan ke Asisten Administrasi Umum, Eka Suryo Prihantoro. Adapun Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan ditunjuk Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Suparmono dan Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana selaku Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul tambah Rp270 juta untuk bus sekolah usai kenaikan BBM dexlite yang membuat biaya operasional melonjak.
Tiket kereta diskon 30 persen masih tersedia, namun kuota menipis. Manfaatkan libur sekolah sebelum kehabisan.
Operasi gabungan di Bantul sita 2.516 rokok ilegal tanpa pita cukai di Pundong, perkuat pengawasan dan edukasi pedagang.
DPRD DIY nilai Program Makan Bergizi Gratis belum tepat sasaran, soroti distribusi merata dan minim koordinasi.
Kehamilan usia 40-an meningkat di AS, didorong teknologi reproduksi dan perubahan cara pandang masyarakat.
Gelombang panas ekstrem di Italia tewaskan 5 orang, 18 kota siaga merah, layanan publik dan rumah sakit terdampak.