Advertisement
Bangun TPI dan 2 Unit Pengolahan Ikan, Pemkab Kulonprogo Habiskan Rp1,7 Miliar
Kepala DKP Kulonprogo, Trenggono Trimulyo (kanan), Penjabat Bupati Kulonprogo, Srie Nurkyatsiwi (tengah) dan Paniradya Pati Kaistimewan, Aris Eko Nugroho saat meresmikan TPI Trisik, Minggu (15/12 - 2024). Dok Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO--Pembangunan tempat pelelangan ikan (TPI) Trisik dan dua unit pengelolaan ikan di Kapanewon Galur dan Lendah sudah diresmikan Pemkab Kulonprogo. Total anggaran yang digunakan untuk pembangunan proyek tersebut sekitar Rp1,75 miliar.
Sumber pendanaan pembangunan itu dari Dana Keistimewaan (Danais). Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo merancang unit pengolahan ikan terpisah dengan TPI Trisik supaya lebih maksimal proses produksinya.
Advertisement
Kepala DKP Kulonprogo, Trenggono Trimulyo menjelaskan pada Senin (16/12/2024) bahwa unit pengelolaan ikan di Kapanewon Galur berada di Kalurahan Banaran. Di sana pengelolaan ikan yang dilakukan didominasi pengasapan lengkap dengan pengemasannya.
Trenggono mencontohkan hasil akhir pengelolaan ikan di Kalurahan Banaran seperti mangut lele. "Lengkap sudah termasuk packing produknya, termasuk nanti sudah dibumbui juga, contoh bentuknya seperti seperti mangut dan sebagainya," paparnya.
BACA JUGA: Sampah dari Kali Progo Merusak Jaring, Nelayan Kesulitan Tangkap Ikan
Sementara unit pengelolaan ikan di Lendah, jelas Trenggono, dalam bentuk pendinginan yang hasil akhirnya nanti frozen food. "Di Lendah juga pengelolaan ikannya dengan inovasi-inovasi lainnya, seperti dengan produk akhir bistik" jelasnya.
Tujuan utama pembangunan tiga tempat itu, lanjut Trenggono, untuk memaksimalkan potensi perikanan di Kulonprogo. "Fasilitas yang ada di TPI Trisik baru ini ada area perkantoran, lokasi jualan kuliner, aula, dan terutama tempat pelelangannya. Semuanya untuk meningkatkan potensi perikanan," ungkapnya.
Potensi perikanan ini terus dikembangkan dalam bentuk olahan, sambung Trenggono, agar memiliki nilai tambah dan meningkatkan perekonomian. "Bentuk olahannya basah maupun kering, TPI Trisik ini juga kami kembangkan jadi tempat wisata yang mampu mendongkrak perekonomian lewat retribusi juga," tuturnya.
Sementara itu Penjabat Bupati Kulonprogo, Srie Nurkyatsiwi menjelaskan dengan adanya TPI Trisik ini diharapkan mengatasi kemiskinan dan stunting. "Agar masyarakat mampu meningkatkan hasil perikanannya sehingga kemiskinan teratasi, hasil perikanan yang ada kami harap juga dikonsumsi masyarakat lokal agar masalah stunting dapat dikurangi," jelasnya.
Siwi mengapresiasi Pemda DIY yang sudah banyak membantu pembangunan di Kulonprogo termasuk TPI Trisik dan dua unit pengelolaan ikan tersebut. "Apresiasi juga kami sampaikan ke Sri Paduka Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X yang sudah memfasilitasi lahan ini dari pakualaman ground," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement








