Advertisement
Dukung Pelajaran Coding & AI, Wamen Komdigi Nezar Patria: Disesuaikan Usia dan Level Teknologinya
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria ditemui pada Kamis (19/12/2024) di UGM. - Harian Jogja // Catur Dwi Janati
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN -- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mendukung dimasukkannya pelajaran coding di sekolahan, asalkan tingkat pembelajarannya disesuaikan dengan usianya.
"Ya, bagus, kita dukung, bagi yang ingin belajar coding pastinya gitu, bagian dari literasi digital juga. Tapi kita memikirkan antisipasi perkembang-perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) ke depannya," kata Nezar ditemui pada Kamis (19/12/2024) di UGM.
Advertisement
Malahan, nezar mengusulkan agar pengetahuan tentang AI juga dikenalkan kepada generasi muda.
"Bagus juga kalau selain coding pengetahuan fundamental tentang Artificial Intelligence penggunaan generatif AI itu juga dikenalkan ke generasi muda," lanjutnya.
Nezar berpandangan anak-anak di sekolah dasar ini sudah berinteraksi dengan teknologi digital. Untuk pembelajaran coding atau AI tentu saja nanti bisa disesuaikan dengan usia anak.
"Misalnya untuk tingkat pemula pengenalan tentang coding itu bagus saya kira, karena dia merupakan aspek yang fundamental dari kegiatan programing," ungkapnya.
BACA JUGA: Coding dan AI Masuk Mapel Pilihan di SD Tahun Ajaran 2025/2026
"Jadi kita sesuaikan dengan tingkat usianya dan juga level teknologi yang mau diperkenalkan," imbuhnya. Terlebih kata Nezar saat ini kebutuhan akan talenta digital di Indonesia masih kurang. Menurut hitungannya di 2030 nanti Indonesia butuh sekitar 12 juta talenta digital. Sementara hingga kini Indonesia masih kekurangan sekitar 3 juta talenta digital.
"Dengan kolaborasi berbagai pihak, kami coba memenuhi kebutuhan itu. Kami bekerja sama dengan sejumlah big tech, global tech company kaya google, microsoft, amazon, untuk bisa mempercepat proses pendidikan digital untuk pembentukan digital talent di Indonesia," ujarnya.
Pembelajaran coding maupun ai kepada anak-anak SD merupakan capaian panjang di Indonesia Emas nanti.
"Kalau anak-anak SD kita bicara soal jauh ke depan ya, mungkin sampai ke Indonesia emas di 2045," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Akses Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Ditutup Sementara, Ini Alasannya
- Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026: Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo ke Jogja Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026
- Rumah Warga Pandes Bantul Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp80 Juta
Advertisement
Advertisement








