Advertisement
Stok Elpiji Jogja Aman Pasca-Lebaran 2026, Pangkalan Ditambah Pasokan
Ilustrasi LPG 3 Kg / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Ketersediaan gas elpiji, baik subsidi 3 kilogram (Kg) maupun nonsubsidi, di wilayah Kota Jogja terpantau aman dan stabil pasca-perayaan Lebaran 2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pangkalan dan agen melaporkan tidak adanya kelangkaan, bahkan distribusi dari para agen berjalan sangat lancar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Advertisement
Pemilik Pangkalan Mblendonk Gas, Gunawan Nugroho, mengungkapkan bahwa alur distribusi gas melon di wilayah Taman Siswa tidak menemui kendala berarti. Ia justru mengaku menerima tambahan pasokan guna memastikan permintaan warga dan pengecer (reseller) tetap terpenuhi setelah masa libur panjang.
“Malahan kemarin kami masih surplus. Tadi juga dapat kiriman lebih, semua reseller dan warga sudah kebagian. Stok di tempat saya masih aman,” ujar Gunawan saat ditemui di pangkalannya, Minggu (29/3/2026).
BACA JUGA
Gunawan merinci bahwa kuota mingguan di tempatnya berkisar antara 100 hingga 250 tabung. Meskipun sempat ada kekhawatiran stok tidak terserap maksimal selama bulan puasa, nyatanya permintaan melonjak tajam mendekati hari raya.
“Biasanya kalau puasa itu agak sepi, istilahnya membleng. Tapi menjelang bodo [Lebaran], permintaan justru kencang. Hari ini saja saya dikirimi 150 tabung, jadi ada tambahan pasokan,” katanya.
Tak hanya gas subsidi, stok elpiji nonsubsidi seperti Bright Gas ukuran 5,5 Kg dan 12 Kg juga dipastikan tersedia melimpah tanpa adanya pembatasan kuota.
Gunawan menyebut dalam bulan ini saja ia telah mengambil hampir 40 tabung campuran untuk varian nonsubsidi tersebut. Sementara dari sisi harga, ia tetap berkomitmen mengikuti aturan pemerintah dengan menjual elpiji 3 Kg seharga Rp18.000 per tabung di tingkat pangkalan.
Kondisi serupa juga dilaporkan dari wilayah Mantrijeron, di mana distribusi harian tetap berjalan normal. Warsih, salah seorang pengelola agen setempat, menyebutkan bahwa rata-rata pasokan mencapai 100 tabung per hari untuk menyuplai kebutuhan rumah tangga serta pelaku usaha mikro di sekitarnya.
“Stok harus habis hari itu juga karena kebutuhan tinggi. Sejauh ini tidak ada penurunan jumlah tabung yang diantar, semua masih sesuai kuota,” ujarnya.
Stabilitas pasokan elpiji di Kota Jogja ini diharapkan dapat terus terjaga guna mendukung pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat dan sektor UMKM setelah momen Lebaran. Sinergi antara agen dan pangkalan dalam menjaga ketersediaan stok menjadi faktor kunci hilangnya kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan gas di pasaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Angin Kencang di Prambanan: Belasan Rumah Rusak dan Joglo Roboh
- Volume Surat Menyurat Turun 40 Persen, Ini Strategi Kantor Pos Jogja
- Ansyari Lubis Minta PSS Sleman Tampil Maksimal Lawan Kendal Tornado
- Fakultas Psikologi UGM-IHC Gelar Sertifikasi Hipnoterapi Klinis
Advertisement
Advertisement








