Advertisement
Ribuan Ton Sampah Selama Libur Nataru Diangkut ke TPA Piyungan
Ilustrasi Tumpukan sampah di TPA Piyungan Kabupaten Bantul. Antara - Hery Sidik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA – Balai Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY mengklaim upaya pengelolaan sampah selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di wilayah setempat berjalan dengan optimal.
Meskipun terjadi peningkatan volume sampah, situasi tetap terkendali berkat koordinasi yang baik antar instansi. “Kami bersyukur karena upaya untuk mengantisipasi lonjakan sampah selama Nataru membuahkan hasil yang baik. Sampah dapat diangkut dengan cepat, meskipun ada beberapa titik yang mengalami peningkatan volume,” kata Kepala Balai Pengelolaan Sampah DLHK DIY, Aris Prasena, Kamis (2/1/2025).
Advertisement
BACA JUGA: Selama Libur Nataru, Sampah di Kulonprogo Meningkat, Pusatnya di Wates dan Pantai Glagah
Untuk mengatasi lonjakan sampah, Pemda DIY melakukan evakuasi sampah secara masif mulai akhir November hingga awal Januari. TPA Piyungan juga dibuka kembali untuk menampung sampah yang terkumpul.
“Kami perkirakan sekitar 3.400 ton sampah terkumpul selama periode Nataru. TPA Piyungan kami buka hingga Jumat (3/1/2025) untuk menampung sampah yang masih tersisa,” jelas Aris.
Selain fokus pada evakuasi sampah, DLHK DIY juga mengintensifkan pengelolaan sampah di depo-depo besar seperti Mandala Krida dan Pringgokusuman. “Depo-depo besar sudah cukup terkendali. Kami akan terus memantau dan melakukan pengelolaan di depo-depo lainnya,” tambah Aris.
Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bandara YIA, Adisucipto, dan stasiun, menjadi kunci keberhasilan dalam mengelola sampah selama Nataru. “Koordinasi yang baik antar instansi memastikan tidak ada penumpukan sampah yang signifikan di berbagai titik,” ujar Aris.
Meskipun periode Nataru sudah berakhir, DLHK DIY tetap siaga menghadapi potensi peningkatan volume sampah akibat arus balik. Beberapa pos pemantauan sampah masih beroperasi hingga Sabtu (4/1) untuk mengantisipasi hal tersebut.
Aris berharap setelah periode Nataru, pemerintah kabupaten kota dapat memaksimalkan fasilitas yang sudah ada untuk mengelola sampah secara berkelanjutan. “Dengan kerjasama semua pihak, kita bisa menjaga kebersihan wilayahnya masing-masing,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
Advertisement
Advertisement








