Advertisement
Perputaran Uang Wisatawan di Sleman selama 2024 Tembus Rp23,6 Triliun
Kera di Objek Wisata Tlogo Putri Kaliurang - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman menyampaikan perputaran uang wisatawan baik nusantara maupun mancanegara dari awal tahun hingga 15 Desember 2024 mencapai Rp23,635 triliun.
Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto mengatakan perputaran uang tersebut mendasarkan pada jumlah kunjungan, rata-rata length of stay (LoS) atau lama tinggal, dan rata-rata belanja per kunjungan.
Advertisement
Per 15 Desember 2024, jumlah kunjungan wisatawan nusantara di Bumi Sembada mencapai 7.451.005 orang dengan rata-rata LoS per kunjungan 1,82 hari. Dari LoS tersebut, belanja wisatawan rata-rata Rp1,533 juta. Dengan begitu total belanja sekitar Rp20,798 triliun.
Rata-rata belanja wisatawan nusantara pada 2024 ada peningkatan apabila membandingkan dengan periode 2023 yang hanya Rp1,370 juta.
Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada periode yang sama sebesar 204.903 orang dengan rata-rata LoS 2,00 hari. Dari LoS Stersebut, belanja wisatawan rata-rata Rp6,921 juta. Dengan begitu total belanja sekitar Rp2,839 triliun.
Rata-rata belanja wisatawan mancanegara pada 2024 ada peningkatan apabila membandingkan dengan periode 2023 yang hanya US$288,07 atau Rp4,434 juta dengan kurs US$ terhadap rupiah ketika itu sebesar Rp15.395.
Apabila melihat unsur LoS saja. Dinas Pariwisata bekerja sama dengan CV. Dinara Karya Indonesia melihat ada penurunan LoS 0,1 hari untuk masing-masing wisatawan nusantara dan mancanegara selama 2024. Artinya, lama tinggal mereka lebih singkat.
Rata-rata lama tinggal wisatawan nusantara di hotel berbintang dan nonbintang dari awal tahun hingga November 2024 sebesar 1,82 hari.
Adapun lama tinggal wisatawan mancanegara di hotel berbintang dan nonbintang dalam periode yang sama sebesar 2,00 hari. Apabila dirata-rata, maka lama tinggal wisatawan menurun 0,1 hari daripada 2023.
Kus menambahkan lama tinggal bulanan tertinggi wisatawan nusantara terjadi pada November dengan 2,11 hari dan wisatawan mancanegara pada Januari dengan 2,26 hari.
Sementara, rata-rata lama tinggal bulanan terendah wisatawan nusantara terjadi pada April dengan 1,65 hari dan mancanegara pada Maret dengan 1,78 hari.
Penurunan LoS selaras dengan penurunan tingkat keterisian kamar hotel dan penginapan/ okupansi. “Kalau penurunan LoS standar. Ada pengaruh dari Tol Jogja – YIA. Pada saat mereka lewat ke DIY jadi hanya transit sebentar untuk wisata. Mobilitas wisatawan semakin mudah. Kalau tidak ada tol, mereka akan stay lebih lama. Capek tinggal istirahat dan tentu lebih lama,” kata Kus dihubungi, Senin (6/1/2025).
Ketua BPC PHRI Sleman, Andhu Pakerti telah menyampaikan okupansi selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 tidak mencapai 100%. Kata dia, ada penurunan sekitar 4% dari okupansi hotel selama libur Nataru 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
Advertisement
Advertisement






